- Taqwa adalah seruan yang paling sering diulang kepada insan beriman dalam Quran. Ia muara dari semua peribadahan yang dititahkan. #TAQWA
- Sebab Allah Maha Suci dari menghajatkan ibadah hambaNya, maka kemanfaatan semua ibadah kembali pada insan pengabdi. Sebutannya: #TAQWA
- Ta’rif termasyhurnya adalah “Imtitsaalul Awamiri, wajtinaabu NawahiHi”, menyesuai-i segala perintah, menjauhi semua laranganNya. #TAQWA
- Kalau cari di Qamus, asal katanya bukan berawal “T”, melainkan “W”, waqaa, wiqaayah, dekat maknanya dengan menjaga kehati-hatian. #TAQWA
- Arti ini sebagaimana penggambaran cerdik Hudzaifah saat ditanya ‘Umar, “Kalau kau lewati jalan penuh duri, apa yang kau lakukan?” #TAQWA
- Al Ghazali, kemudian dibenahkan oleh Sa’id Hawa menyebut setidaknya 5 unsur #TAQWA: Muraqabah, Mu’ahadah, Muhasabah, Mu’aqabah, Mujahadah
- Muraqabah, merasai kebersamaan Allah, DIAWASI, dilihat, didengar. Seperti saat puasa, tak rela setitik kumuran wudhu tersesap. #TAQWA
- Muraqabah, kita adalah pelaku film yang sedang berakting. Kamera rakam nan Raqiibun ‘Atiid terus bekerja. Kelak ia ditayang ulang. #TAQWA
- Muraqabah. Kelak tayang ulang amal-amal kita di hadapanNya kan membanjirkan keringat diri sebab malu pada Dia yang memberi nikmat. #TAQWA
- Muraqabah. Sebaiknya malu itu hadir kini, cegah kita dari nista, agar terkurang ketenggelaman dalam keringat kelak di hadapanNya. #TAQWA
- Mu’ahadah artinya mengingat janji kehambaan padaNya, lalu rencanakan segala hal baik dalam hidup; akhiratnya, matinya, dunianya. #TAQWA
- Mu’ahadah. Hidup pentaqwa sejati tak mengalir bagai air, sebab mengalir artinya ke tempat rendah. Dia meninggi, mendaki,memuncak. #TAQWA
- Mu’ahadah. Untuk surga dia minta Firdaus tertinggi, untuk mati dia minta cara termulia, untuk hidup dia minta paling bermakna. #TAQWA
- Mu’ahadah. Jika surga bisa dicita, jika mati bisa dirancang; maka hidup sebagai ibadah harus disiapkan dalam perencanaan matang. #TAQWA
- Muhasabah, hitung-hitung. Ia hanya mungkin jika ada Mu’ahadah. Evaluasi mungkin jika ada program, bisa laporan jika ada proposal. #TAQWA
- Muhasabah. Menghitung sendiri dengan jujur di hari ini, diisyaratkan ‘Umar, akan meringankan perhitungan kelak di hadapanNya. #TAQWA
- Setelah Muhasabah, lakukan Mu’aqabah. Pemberian konsekuensi. Kegagalan ‘dihukum’bijak, keberhasilan dihadiahi penyemangat. #TAQWA
- Mu’aqabah. ‘Umar pernah ketinggalan shalat jama’ah ‘Ashr, terpesona memeriksa kebun ranum jelang panen. Kebun itu disedekahkan. #TAQWA
- Mu’aqabah. ‘Umar menadzarkan andai perjuangan Islam telah jaya, dia ‘umrah. Rasul melepasnya dengan ungkapan cinta: Ya Ukhayya. #TAQWA
- Mujahadah. Tak putus untuk sungguh-sungguh menjuang, agar yang sudah diraih teristiqamahkan. Agar yang belum dicapai, tergapai. #TAQWA
- Demikian Ta’rif & Cakupan #TAQWA. Maafkan yang tak berkenan. Semoga kita dalam ridhaNya ya Shalih(in+at).
Rabu, 02 November 2011
0
TAQWA
Tweets by : @salimafillah
0
CINA
Tweets by : @salimafillah
- Adalah sebuah kisah dalam Azwaajul Khulafaa’ karya Raji Kinas yang mula-mula membuat saya bersemangat mengumpulkan pustaka tentang #Cina.
- Ceritanya tentang Abu Ja’far Al Manshur, sang pembangun Baghdad. Inilah Raja dalam Islam yang amat drastis sukarnya ditemui rakyat. #Cina
- Tentu itu terkait dengan bagaimana ‘Abbasiyah menegakkan kekuasaan lewat pertumpahan darah, tata-kota Baghdad, & pribadi Sang Raja. #Cina
- Yang pertama telah banyak diulas Tarikh tepercaya. Yang kedua; tersebut dalam Tarikh, tinggi benteng terluar Baghdad mencapai 40 m. #Cina
- Benteng Baghdad melingkar berjejari 20 mil. Lebar bagian atas bisa dilewati 3 kereta perang berjajar. Di dalamnya ada 3 lapis lagi. #Cina
- Baghdad di zaman Abu Ja’far ini kota terbesar di dunia berpenduduk +/- 3 juta jiwa. Terbesar ke-2? Chang-an, ibukota Dinasti Tang, #Cina.
- Tentang pribadi Abu Ja’far Al Manshur sendiri, mari kita cukupkan ringkasan kisah yang dibawakan Imam Malik RhmhuLlah berikut ini. #Cina
- “Pada suatu musim haji, aku dipanggil paksa menghadap Al Manshur”, ujar beliau, “Bersama Abu Hanifah & Ibn Thawus Al Yamani.” #Cina
- “Al Manshur menyuruh kami bicara satu per satu”, lanjut Malik. Dalam kisah itu beliau sebutkan kalimat masing-masing nan panjang. #Cina
- Intinya; beliau & Abu Hanifah bicara secara umum & datar-datar sebab rasa takut akan kebengisan Al Manshur. Tapi Ibn Thawus beda. #Cina
- Nyaris memerinci kejahatan & kezhaliman Al Manshur, Ibn Thawus memberikan nasehat & peringatan yang amat gamblang & keras padanya. #Cina
- Nah, perhatikan ungkapan Imam Malik ini; “Saat Ibn Thawus bicara, aku & Abu Hanifah bergeser sambil merapat-rapikan pakaian kami.” #Cina
- Mengapa? “Karena”, ujar Imam Malik, “KAMI KHAWATIR KECIPRATAN DARAHNYA!” Nah, ini gambaran tentang watak Al Manshur yang dahsyat. #Cina
- Kata Malik, “Tapi Allah menjaga Ibn Thawus, justru Al Manshur gemetar oleh nasehatnya. Aku jadi semakin hormat pada Ibnu Thawus.” #Cina
- Nah, kisah yang saya maksud dalam Azwaajul Khulafaa’ adalah tentang seorang Arab Badui pengembara yang dihadapkan pada Al Manshur. #Cina
- Lelaki ini diminta Al Manshur untuk mengisahkan perjalanannya ke berbagai negeri, demi menyimpulkan “Tiada yang semegah Baghdad.” #Cina
- Lelaki ini -seperti umumnya Badui yang polos- blak-blakan bahwa Baghdad memang megah, tapi angker, & rajanya sulit ditemui rakyat. #Cina
- Sementara dia cerita tentang ibukota #Cina, mungkin maksudnya Chang-an; kotanya tertata rapi & Kaisarnya sudah tua, namun bijaksana.
- Si Badui dengan semangat bercerita bahwa ketika makin tua, Kaisar mulai kehilangan daya dengarnya. Dia mulai tuli. Dia bersedih. #Cina
- Para menteri & penasehat menghibur. “Apapun yang terjadi, Yang Mulia tetap Kaisar kami nan bijak, mohon Baginda jangan bersedih.” #Cina
- “Aku sedih bukan ratapi diriku”, ujar Kaisar, “Aku penuh sesal sebab kini tak lagi bisa dengarkan secara langsung keluhan rakyat!” #Cina
- Sejak itu, Sang Kaisar yang rajin bertandu mengelilingi negeri ini memutuskan untuk tak memegang pemerintahan secara langsung. #Cina
- Dia mengangkat menteri kepala (Chen Xiang) yang diberi keleluasaan menjalankan pemerintahan namun berada di bawah pengawasannya. #Cina
- Menteri Kepala dipilih secara meritokratis melalui ujian yang diselenggarakan bertingkat; dari distrik, provinsi, hingga nasional. #Cina
- Demikianpun berjenjang ke bawah; para menteri, para gubernur, bupati, & hakim wilayah diangkat berdasar peringkat dalam ujiannya. #Cina
- Lalu apa yang dikerjakan sang Kaisar? Dia makin rajin mengelilingi negeri untuk mendengarkan keluhan rakyat & menyemangati mereka. #Cina
- Sebab pendengarannya lemah, Kaisar menitahkan agar tiap yang ingin mengadu mengenakan pakaian merah & menyiapkan aduan tertulis. #Cina
- Atas titahnya, tim khusus kekaisaran akan menindaklanjuti tiap aduan sesuai tingkat pengambil kebijakan; dari desa hingga pusat. #Cina
- Apa yang dilakukan sang Kaisar ini menginspirasi rakyat, membuat pemerintahan tertata, & membawa kejayaan bagi Dinasti Tang. #Cina
- Nah, simpul si Badui pada Al Manshur, Amirul Mukminin tentu lebih berhak melakukan semua hal indah itu daripada sang Kaisar #Cina itu.
0
Berpendapat
Tweets by : @salimafillah
- #Berpendapat adalah hak yang sangat terhormat di dalam agama ini. Quran mengisah, anak kecil hingga malaikat pendapatnya layak didengar.
- Anak kecil yang sering dianggap akalnya belum sempurna, oleh ayah nan bijaksana diminta #Berpendapat terkait perintah Allah (QS 37: 102)
- Sebagai kontras, demikian jua malaikat nan tercipta dari cahaya, akal sempurna tanpa hawa #berpendapat pada penciptaan olehNya (QS 2: 30)
- #Berpendapat-lah, sungguh ia sendi beragama kita. Pendapat baik; olahan akal, alaman rasa, & susunan kata bisa menjadi ibadah berharga.
- Agama ini beri ruang luas #Berpendapat, selama ia berkenan berdiskusi dengan wahyu & nurani; urusan paling remeh hingga nan amat serius.
- Ibrahim misalnya di QS 37: 102, yakin bahwa menyembelih putranya ialah perintah Allah. Tetapi ia tak langsung menetak leher. #Berpendapat
- Ibrahim mengajarkan: seyakin apapun kita bahwa suatu hal adalah perintah Allah; meminta pihak terkait tuk #berpendapat adalah kemuliaan.
- Maka saya cenderung ittiba’ ulama nan #Berpendapat, ie: penerapan syari’at juga harus melalui pembicaraan dengan siapapun nan terdampak.
- Allah tak pernah menghendaki agama ini jadi belenggu pemaksa, dan tak menghajatkan keberagamaan nan terpaksa. #Berpendapat itu terhormat.
- Jika pada hal yang jelas bahwa ianya perintah Allah saja kita dibimbing untuk mendengar mereka nan #berpendapat, apalagi nan selain itu.
- Maka prinsip pertama dalam #Berpendapat adalah: bersedialah mendengar. Sebab yang tak mau mendengar kehilangan kelayakan untuk didengar.
- Teringat kita betapa sabar Nabi dengarkan ‘Utbah ibn Rabi’ah #Berpendapat. Padahal yang dia ucapkan adalah caci maki, fitnah, & umpatan.
- Di saat ‘Utbah telah berhenti bicara pun, Nabi masih tersenyum mesra & bertanya, “Adakah kau sudah selesai hai Abul Walid?” #Berpendapat
- Saat ‘Utbah berkata, “ya”, beliaupun bersabda, “Aku telah mendengarkanmu hai Abul Walid. Kini berkenankah kau simak aku?” #Berpendapat
- Maka terlantunlah kalam suci & terpesonalah ‘Utbah, duta Quraisy itu. Dia mendengarkan sebab Muhammad sedia mendengarnya. #Berpendapat
- ‘Utbah pulang dengan ubah sikap. “Menurutku”, ujarnya, “Jangan kalian musuhi Muhammad. Kalau bangsa Arab mengalahkannya..” #Berpendapat
- “..kalian tak rugi. Tapi jika Muhammad menang, jadi kemuliaan kalian juga.” Maka berkuranglah 1 tokoh penentang keras. #Berpendapat
- Dengarkanlah siapapun nan #berpendapat, apapun pendapatnya, & bagaimanapun cara dia mengungkapkannya. Ini bekal tuk menjadi berpengaruh.
- Adapun cara terbaik bagi kita tuk #berpendapat adalah dengan hikmah. Itulah cara utama & paling berhasil bawakan kebenaran. (QS 16: 125)
- Apa itu hikmah? Kata Ibn Al Qayyim: segala kemanfaatan yang kita hadirkan, dinilai dari sudut pandang mitra bicara & ‘amal. #Berpendapat
- Mengenali sekaligus menghormati sudut pandang mitra bicara dalam #berpendapat itulah yang antar Ibrahim sukses berdakwah (QS 6: 74-79)
- NOTE (QS 6: 74-19) ditegaskan Al Qurthuby dalam Al Jami’ BUKAN kisah Ibrahim mencari tuhan, melainkan kisah strategi da’wah #Berpendapat
- Cara #Berpendapat selanjutnya yang diisyaratkan QS 16: 125 adalah mau’izhah (nasehat, bimbingan). Ia disyarati harus ‘hasanah’ (baik).
- Dibanding hikmah, #berpendapat dengan mau’izhah hasanah punya kelemahan: memposisikan diri ‘lebih’ daripada mitra. Kadang tak diterima.
- Mau’izhah hasanah mudah diterima oleh nan punya iman (kehendak berbaik) <QS 51: 55>. Yang ingkar takkan bergeming <QS 2: 6> #Berpendapat
- Maksud baik menasehati kadang bersambut; “Memang kamu siapa? Ayah-ibu yang tiap hari kasih makan saja tidak cerewet kok!” #Berpendapat
- Sebelum masuk ke cara #berpendapat nan ketiga: debat, menurut para mufassir, tutur Al Qaradlawy dalam Fi Fiqhil Aulawiyat, QS 16: 125 …
- ..itu tertib lafazh “hikmah-mau’izah-jidal” ialah urut efektivitas & urut prioritas nan harus diambil dalam metode dakwah. #Berpendapat
- Maka debat adalah cara terberat & tersulit bawakan kebenaran. Allah syaratkan ia harus “billati hiya ahsan” <cara terbaik> #Berpendapat
- Betapapun debat itu caranya terbaik, oleh orang terbaik berakhlaq terbaik, belum tentu bisa bawa mitra cakap pada kebenaran #Berpendapat
- Seiring mentakjubi Ibrahim di kisah Al Quran, mari juga ambil pelajaran saat dia memenggal berhala kaumnya, lalu ditangkap. #Berpendapat
- “Tanya saja patung itu!”, ujar Ibrahim saat diinterogasi. Hujjahnya tak terbantah, kaumnya terbungkam. Berimankah mereka? #Berpendapat
- Tidak. Justru Ibrahim dibakar. Yang menghancurkan, dibalas lebih mengerikan. Bagi kita, kata Ibn Al Qayyim, ini tak boleh. #Berpendapat
- Menolak suatu kejahatan, jangan hingga melahir kejahatan lebih besar. Adapun Ibrahim, mulialah dia dalam penjagaan Allah. #Berpendapat
- Ibrahim lalu sadar berdebat dengan khalayak awam itu tak efektif. Akal sehat tertutup riuh hawa nafsu. Otot yang maju dulu. #Berpendapat
- Selektif: maka Ibrahim pilih tokoh paling intelek, berkuasa, & berpengaruh untuk didebat. Konon namanya Namrudz (QS 2: 258) #Berpendapat
- “Tuhanku menghidupkan & mematikan”, ujar Ibrahim. Raja itu hadirkan 2 tawanan; 1 dibunuh, 1 dilepas. “Aku juga!”, katanya. #Berpendapat
- “Tuhanku datangkan mentari di timur, coba datangkan ia dari barat!”, sanggah Ibrahim. Hujjah dahsyat. Raja itu terbungkam. #Berpendapat
- Tapi berimankah dia? Tidak. Ibrahim malah diusir dari negerinya. Memenangkan kebenaran bukan cuma soal memenangkan argumen. #Berpendapat
- Memenangkan kebenaran adalah soal memenangkan hati. Dan hati, -tak seperti akal-, tak bisa takluk pada argumen semata-mata. #Berpendapat
- Hati tunduk oleh akhlaq mulia. Jika hati sudah jatuh cinta pada pekerti, tak diberi hujjahpun dia kan cari dalilnya sendiri #Berpendapat
- Sebab itulah Nabi jaminkan rumah di surga justru bagi mereka yang ‘mengesampingkan’ kebenaran, demi harmoni & akhlaq mulia. #Berpendapat
- “Kujaminkan sebuah rumah di surga bagian bawah bagi yang menahan diri dari berbantah, meski di pihak benar.” (HR Abu Dawud) #Berpendapat
- Tersampaikannya kebenaran sekedar jadi prioritas selanjutnya jika disanding upaya menaklukkan hati dengan berakhlaq mulia. #Berpendapat
- Bukannya kebenaran itu ditutupi. Ia hanya ditahan sejenak untuk disampaikan dengan cara yang indah & di waktu nan tepat. #Berpendapat
- Maka tugas seorang beriman adalah mengatakan yang baik (benar isinya, indah caranya, tepat waktunya); atau diamlah dulu. #Berpendapat
- Kita didengarkan bukan sebab suara keras. Kita didengarkan, ditaati, & berpengaruh, sebab hati mitra bicara siap menerima. #Berpendapat
- Proses termudah membuat hati mitra bicara siap mendengarkan ialah dengan hikmah: kebermanfaatan kita yang dirasakan olehnya #Berpendapat
- Itu luas sekali. Makna “da’wah”, salah-1-nya ialah undangan makan. Maka ia itu kebermanfaatan dalam ukuran lahir & batin. #Berpendapat
- Abu Bakr menyerahkan 40.000 dirham (lk Rp 1,8M) pada Nabi di hari pertamanya masuk Islam. Itu untuk proyek sosial da’wah. #Berpendapat
- Begitulah; kelayakan didengar dalam #berpendapat juga sangat ditentukan oleh kebermanfaatannya; spiritual, intelektual, maupun material.
- Al Walid ibn Al Mughirah si penentang Quran, dihinakan Allah di QS Al Balad dengan diperbandingkan pada Nabi nan penuh amal #Berpendapat
- Seolah dikatakan, Al Walid didengar hanya semata karena dia pemuka. Sementara Nabi menempuh ‘jalan yang mendaki lagi sukar’ #Berpendapat
- Itulah ‘aqabah: membebas budak, memberi makan di hari sulit untuk yatim & melarat. Lalu menyeru dengan sabar & penuh kasih. #Berpendapat
- Maka sempurnalah syarat bagi Nabi untuk -seharusnya- didengar. Pertama: reputasi. Dia Al Amin, terpercaya tak pernah dusta. #Berpendapat
- Kedua, kebermanfaatan: dia penyantun bagi semua nan terpinggir, penjalin harmoni silaturrahim, & dia amanah jalankan usaha. #Berpendapat
- Ketiga; dia kedepankan akhlaq mulia bawakan bimbingan: kesabaran & kasih sayang. Tapi ternyata, beliaupun masih ditentang. #Berpendapat
- Maka bagaimana bisa kita.. T_T ..yang tak miliki ketiga hal itu berharap selalu didengar & ditaati kalau #berpendapat? Rabbighfir lii..
- Hal pertama dari Sang Nabi, sungguh berat dimiliki. Maka nan berlapang harta & jiwa, upayakan miliki nan kedua juga ketiga. #Berpendapat
- Jika hal ke-2 Sang Nabi (kebermanfaatan material) juga sulit sebab terbentur kondisi, mutlaklah kita punya nan ke-3: akhlaq #Berpendapat
- Jadikan santun sebagai pengindah kebenaran. Sebab, yang benar tapi tak santun melunturkan hormat khalayak pada kebenaran. #Berpendapat
- Perkuat kebenaran dengan kecerdasan. Tak semua yang sesat harus ditanggapi, jika justru membuatnya bangga dalam kebebalan. #Berpendapat
- Maaf jika ini kasar: tapi kadangkala, lisan kita memang terlalu mulia untuk bicarakan orang atau hal tertentu. Jagalah itu. #Berpendapat
- Percantik kebenaran dengan kerendahan hati. Sebab sombong setitikpun bagai nila; merusak kebenaran yang bak susu sebelanga. #Berpendapat
- Tugas kita adalah sampaikan kebenaran. Bukan membuat kebenaran itu terhina sebab cara nan tak indah & waktu yang tak tepat. #Berpendapat
- Perhatikan kebaikan yang mengintip. Terpesonalah pada kebajikan yang kadang tersembul sedikit & malu-malu. Tumbuhkanlah. #Berpendapat
- Mari mengingat sejenak kisah pembunuh 99 nyawa dari Bani Israil itu. Apa yang menjadikannya membunuh untuk ke-100 kalinya? #Berpendapat
- Rahib ahli ibadah yang ditanya “Telah kuhabisi 99 jiwa, mungkinkah taubatku diterima?”, agaknya tercekam oleh kata ‘bunuh’. #Berpendapat
- Dalam ilmunya yang terbatas, yang dia tahu Taurat menegaskan membunuh satu jiwa sama dengan membinasakan seluruh kehidupan. #Berpendapat
- Baginya, membunuh semut saja berdosa, apalagi merampas 99 nyawa manusia. Maka cekaman itu melalaikannya dari kata “taubat”. #Berpendapat
- Padahal “taubat” itulah kebaikan nan mengintip samar, harus dikenali & dihargai. Gagal menangkapnya melahirkan tragika. #Berpendapat
- Tewaslah sang ‘abid sebagai korban ke-100. Lalu jumpalah si pembunuh dengan ‘Alim yang tersenyum, memuji, membesarkan hati. #Berpendapat
- Seberkas senyum kecil & pujian sederhana, bisa membuat jiwa rapuh kembali percaya bahwa dia berhak & layak berbuat baik. #Berpendapat
- Begitulah sang pembawa cahaya & sang penuntun ke surga memulai bimbingannya; penghargaan, ketulusan, & arahan penuh cinta. #Berpendapat
- Bahkan si Badui yang mengencingi Masjid itupun dilihat Sang Rasul sebagai bibit kebaikan yang tak layak dicela & disakiti. #Berpendapat
- Banyak orang bermaksud baik di sekitar kita. Kadang kita terlanjur menyangkanya buruk sebab kasar, jahil, dan tak beradab. #Berpendapat
- Banyak juga orang yang sebenarnya merasa sakit saat menista. Hanya saja luka di dalam jiwanya telanjur menguarkan dendam. #Berpendapat
- Ada sebagian penista kebenaran, awalnya sebab terluka oleh orang shalih. Lalu syaithan & kejahatan berbaikhati pada mereka. #Berpendapat
- Luka itu makin menganga. Kita ingat pesan Nabi, “Janganlah kalian membantu syaithan atas saudaramu!” Jadilah penuh kasih. #Berpendapat
- Ahli kebenaran, berbaik hatilah;) Sebab kita lebih berhak untuk lakukan semua itu dibanding kejahatan yang merusak mereka. #Berpendapat
- Mari beradu hujjah dan #berpendapat senantiasa dalam santun akhlaq & kata mulia. Sebab di jiwa ini, kita tak punya yang hina-hina;)
- Juga jangan henti mendoakan tiap yang terlalu; jiwa yang lara & gelap sangat menantikannya. Kita meneladani Nabi atas itu;) #Berpendapat
- Demikianlah #berpendapat. Dan ini semua pun hanya pendapat. Moga berkenan ya Shalih(in+at), mohon masukan selalu atas yang tersilap;)
0
Ulul Albab
Tweets by : @salimafillah
- #UlulAlbab beriman kepada Allah. Dalam iman itu, mereka takut akan ‘adzab Allah yang menimpa kaum pendurhaka. (QS 65: 8-10)
- Bagi #UlulAlbab, rasa takut itu menjaga mereka agar tak jatuh dalam murkaNya. Al Quran turun, senantiasa menjadi pengingat bagi mereka.
- #UlulAlbab bersemangat menyimak sejarah & kisah masa lalu. Mereka menjadikannya pelajaran penting bagi hari-hari di hadapan. (QS 12: 111)
- Cerita sejati nan diambil ‘ibrahnya oleh #UlulAlbab; membenarkan hikmah terdahulu, menjelaskan segala sesuatu, menjadi petunjuk & rahmat.
- Maka #UlulAlbab selalu menemukan jalan mulia di tiap sempit musibah yang menekuknya maupun kelapangan nikmat yang mengulur jangkauannya.
- #UlulAlbab belajar dari Adam & Hawa; dari kecemerlangannya, ketergelincirannya, taubatnya, & hari-hari awalnya di bumi yang tak mudah.
- #UlulAlbab belajar dari Nuh, Hud, Shalih, & Luth; keteguhannya, pengabdiannya, da’wah siang malamnya, cintanya, tangisnya, kepasrahannya.
- #UlulAlbab belajar dari Ibrahim-Ismail-Ishaq-Hajar-Sarah; ketabahannya, ujian dahsyatnya, kebapakannya, kemanusiannya, penataan cintanya.
- #UlulAlbab belajar kuasa & kekayaan di jalan raya Sulaiman, belajar sempit & sakit di pematang-pematang Ayyub. Belajar gagal pada Yunus.
- Pada Yusuf #UlulAlbab belajar didengki sebab punya banyak kelebihan, digoda sebab memiliki keunggulan, rela dipenjara tuk jaga kesucian.
- Pada Asiyah #UlulAlbab belajar pertahankan iman di sisi kedurjanaan, pada Maryam ia dapati jaga kesucian buahkan nikmat sekaligus ujian.
- #UlulAlbab belajar dari Ya’qub tentang keayahan, dari Yusuf memaafkan, dari Musa kepemimpinan yang pelik; musuh jumawa-anak buah degil.
- #UlulAlbab ambil ‘ibrah dari semua bentang kisah & sejarah, melangkah dalam hidayah, menuju arah yang cerah, meski kadang rasa gerah.
- #UlulAlbab itu ahli dzikir & ahli tafakkur. Penciptaan langit bumi & silih bergantinya siang-malam membuatnya merenung. (QS 3: 190-191)
- Dalam berdiri, duduk, maupun berbaringnya, #UlulAlbab tak lepas dari asma Sang Pencipta, menggetar hatinya, mengalun pada alir darahnya.
- Jernih fikir sang #UlulAlbab tentang segala ciptaanNya; tiada yang sia-sia sebab dibaca dalam namaNya, didayaguna tuk maslahat semesta.
- #UlulAlbab adalah juga dia yang terus berburu tuk beroleh karunia nan baik, banyak & berharga dari sisi Allah, yakni hikmah. (QS 2: 269)
- Hikmah itu membuat #UlulAlbab memahami jalan kebenaran, arah ke keridhaan, langkah penuh bimbingan, Quran & Sunnah yang jadi pegangan.
- #UlulAlbab ialah jua mereka yang mendalam ilmunya, hingga tahu batas memahami dalam iman, tak memaksakan diri, tak menghakimi. (QS 3: 7)
- Saat orang yang dalam hatinya ada kecenderungan sesat merumit-rumitkan ayat mutasyabihaat, #UlulAlbab sadar mengaku keterbatasan ilmu.
- Dalam iman #UlulAlbab mengerti, semua adalah kata-kata Tuhan yang mulia, penuh tawadhu’ dia mohon tambahan pemahaman & kekuatan beramal.
- #UlulAlbab itu mereka yang selalu memperkokoh pemahaman tauhidnya; bahwa Ilah-nya itu Allah yang Satu, tiada putra & sekutu. (QS 14: 52)
- #UlulAlbab memahami Quran sebagai penjelasan sempurna yang menerangi, peringatan paripurna yang menjaga diri, & tauhid tanpa kompromi.
- #UlulAlbab itu beruntung; diselamatkan Allah dari sengkarutnya yang baik-suci dengan yang kotor-keji; berkat taqwa terjaga. (QS 5: 100)
- #UlulAlbab tahu; tidaklah sama antara yang thayyib <baik lagi suci>, dengan yang khabits <kotor lagi keji>, meskipun banyaknya memukau.
- #UlulAlbab menjaga taqwanya, maka Allah karuniakan furqan; pembeda yang haq dari bathil, yang suci dari nista, yang terpuji dari cela.
- #UlulAlbab sungguh tekun menyimak warta-warta & apa yang dikatakan sesama, namun memilih tuk hanya ikuti yang terbaiknya. (QS 39: 18)
- Sungguh sabar sang #UlulAlbab menerima pengajaran yang mungkin berulangkali dia dengar, keluhan membosankan, atau olok-olok menyakitkan.
- Tapi dalam yang didengarkan, si #UlulAlbab adalah tuan yang berkemuliaan; tak izinkan dirinya merasa jadi korban, rugi, atau terhinakan.
- Sang #UlulAlbab memahami semua orang & kejadian sebagai pelajaran; diikutinya kalimat baik walau berat, dijalaninya nasehat walau pahit.
- Berulangkali #UlulAlbab dipuji sebagai yang berilmu & berhikmat; tapi apa ‘amalan khasnya? Ternyata mereka suka shalat malam. (QS 39: 9)
- #UlulAlbab ialah dia yang sujud & berdiri di malam hari dengan geresau takut akan murkaNya, gerisik rindu pada rahmatNya, & getar cinta.
- Sementara sekian dulu ya Shalih(in+at) tentang #UlulAlbab, semoga Allah masukkan kita termasuk golongan mulia itu, sekarang & selamanya;)
0
JIHAD
Tweets by : @salimafillah
- #Jihad berakarkan ‘al juhdu’; kesungguhan yang dikerahkan hingga batas kepayahan. Pada orang demikian; pertolongan Allah dekat & datang.
- Pada kesempatan ini izinkan Salim batasi bahasannya pada; Apa Saja nan Termasuk Ruang Lingkup #Jihad; rasam diambil dari Ibn Al Qayyim.
- Dalam Madarijus Salikiin, beliau golongkan #Jihad berdasarkan ‘lawan yang harus dihadapi’. Salim akan urai dengan tambahan keterangannya.
- #Jihad-un Nafs, Jihadusy Syaithan, Jihadu Ahlil Ma’ashi wal Bida’ <ahli maksiat & bid’ah>, Jihadu Ahlil Kufri wasy Syirki <kafir&musyrik>
- Jihadun Nafs (#Jihad terhadap diri) adalah bagian yang mendasar & pokok dari pembagian jihad oleh Ibn Al Qayyim ini. Terdiri atas 5 poin.
- Ke-5 #Jihad-an Nafs: mengimani Al Huda & Dinul Haq (QS 61: 9), mengilmuinya, mengamalkannya, menda’wahkannya, & bersabar dalam ke-4-nya.
- Beriman adalah #Jihad. Iman kadang adalah mata yang terbuka, mendahului datangnya cahaya; ia keyakinan hati yang menyusur jalan bukti.
- Berilmu adalah #Jihad. Sebab ia menghajatkan kesungguhan mengerahkan waktu, tenaga, fikiran, harta, & kesabaran untuk berpayah memahami.
- Beramal adalah #Jihad. Sebab setiap ilmu mengejar-ngejar jiwa & raga yang kadang disergap lelah & malas agar ianya diamalkan, dibaktikan.
- Berdakwah adalah #Jihad. Sebab menyampaikan ilmu, membawakan kebenaran, memerintahkan yang baik, mencegah yang munkar; membawa bahaya.
- Bersabar dalam mengimani, mengilmui, mengamalkan, & mendakwahkan adalah #Jihad; sebab ke-4 hal itu hanya bisa ditanggung jiwa nan kokoh.
- Bersabar mengimani adalah #Jihad. Saking beratnya kadang harus memejam mata. Seperti Muhammad di Badr. Seperti Ibrahim sembelih putra.
- Bersabar mengilmui adalah #Jihad. Seperti Sulaiman memahamkan Dawud, Al Bukhari kembarai ratusan negeri, Asy Syafi’i menjaga hafalan.
- Bersabar mengamalkan itu #Jihad. Seperti ‘Abdullah ibn ‘Amr puasa Dawud sampai akhir hayat, Sa’id ibn Al Musayyab selalu QL 50 tahun.
- Bersabar mendakwahkan itu #Jihad. Seperti Mush’ab taklukkan Madinah, Ibnul Jauzy islamkan 30.000 pagan, Fadlan Garamatan jelajahi Papua.
- Selanjutnya Jihadusy Syaithan; #Jihad melawan syaithan. Ini ada 2 poin, yakni melawan syubhat (rancu fikiran) & syahwat (hawa nafsu).
- Melawan syubhat itu #Jihad. Imam Ahmad menentang faham ‘ke-mahkluq-an Al Quran’; sebab ia berujung ‘kalau makhluq bisa salah bisa benar’
- Melawan syubhat itu #Jihad. Contoh: soal bangkai, kata Al ‘Ash ibn Wail; “Yang dibunuh sendiri halal, kok yang dibunuh Allah haram?”
- Melawan syubhat itu #Jihad. Kata Al Walid ibn Mughirah, “Quran adalah sihir nan dipelajari”. Sampai kini belum ada argumen secerdas dia.
- Melawan syubhat itu #Jihad. Hingga kini penerus jejak syubhat terus ada. Penyesatan logika adalah cara merusak ‘aqidah yang efektif.
- Melawan syahwat adalah #Jihad. Seperti Yusuf berlari dari goda jelita, seperti Al Miski melumurkan kotoran ke tubuhnya saat diajak zina.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Menyegerakan menikah; berlari dari yang haram & keji menuju yang halal lagi suci perlu keberanian tinggi.
- Mengendalikan syahwat itu #Jihad. Cinta ialah ujian yang menghanyutkan. Bahkan zina -dosa besarnya- kadang masih bisa membuat orang iba.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sebab di dunia maya; berpindah dari keshalihan menuju dosa nista bisa dilakukan hanya dengan satu klik saja.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sebab ujiannya berkelindan & rumit; wanita, harta, tahta berpadu; lalu didayaguna syaithan habis-habisan.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sebab harta & kenikmatan dunia itu memabukkan, menagihcandukan & tak memberi puas seberapapun banyaknya.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sulaiman memang hebat; berkuasa atas manusia, jin, hewan, & angin tapi tak dimabukkan sombong & bangga hati.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Fir’aun tak sekuasa Sulaiman; hanya Nil, Mesir & Bani Israil; tapi dia tak tahan tuk berkata, “Aku Tuhan!”
- Selanjutnya adalah Jihadu Ahlil Ma’ashi wal Bida’; #Jihad untuk tundukkan ahli kemunkaran, kemaksiatan, & bid’ah-bid’ah yang merusak.
- #Jihad ini ditegakkan pertama-tama dengan tangan; kekuatan, kekuasaan, kewenangan, pengaruh; jika kita memiliki kemampuan untuk itu.
- #Jihad tangan ini misalnya dalam bentuk penegakan aturan yang melindungi masyarakat dari bahaya kemunkaran yang akal sehatpun sepakat.
- #Jihad tangan meliputi penggunaan segala kewenangan; eksekutif, legislatif, yudikatif; dalam kerangka hukum berlaku tuk jaga maslahat.
- Jika ahli kebaikan belum memiliki tangan, maka tingkatan selanjutnya harus diambil: #Jihad Lisan. Cegah keburukan dengan hujjah terbaik.
- Sampaikan pendapat dengan cerdas, santun, mengena (ingat lagi #KulTwit #Berpendapat kemarin ya Shalih(in+at). Ia bisa jadi #Jihad utama.
- #Jihad Lisan bertingkat-tingkat sesuai kapasitas, kapabilitas, & kredibilitas kita. Tokoh memiliki beban yang lebih suarakan kebenaran.
- Jika yang dihadapi ialah kuasa yang lebih besar; menasehati dalam sunyi tetap utama. Jika tak mempan, nasehat publik jadi pilihan #Jihad
- “Seutama-utama #Jihad adalah kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang zhalim-menyimpang.” (HR Abu Dawud)
- Jika #Jihad Lisan juga tak kita mampu; ambil pilihan terrendah; dengan hati. Mengingkari-tak menikmati itu perlawanan terakhir-terlemah.
- Berikutnya Jihadu Ahlil Kufri wasy Syirki, #Jihad melawan kekafiran & kemusyrikan. KIta akan lihat betapa agungnya Islam di bahasan ini.
- Kalau #Jihad melawan kemunkaran & maksiat berurut keras ke lemah (tangan-lisan-hati); kekufuran & kemusyrikan justru beralur sebaliknya
- Sebab, #Jihad melawan kemunkaran & maksiat sejalan dengan logika umum bahwa keduanya merusak. Sebaliknya, kufur & syirik soal sensitif.
- Keyakinan agama apapun dihormati Islam. Tulis Al Qaradlawy: Perang & #Jihad Nabi bukan karena lawannya kafir, tapi sebab mereka zhalim.
- Maka #Jihad di bagian ke-4 ini dibagi 4 tingkatan urut oleh Ibn Al Qayyim berdasar sarana; doa-hati, bayan-penjelasan, tombak, pedang.
- #Jihad melawan kekafiran & kemusyrikan pertama-tama ialah dengan doa; seperti Nabi doakan Umar ibn Al Khaththab & Abu Jahl ibn Hisyam.
- Nabi doakan agar Umar diberi hidayah oleh Allah hingga diijabah tahun ke-6 Nubuwwah>< Sementara Abu Jahl, sebelum diperangi.. #Jihad
- di Badr -itupun dia yang menyerang- didoakan khusus 6 th, didoakan umum 7 th, diharapkan 2 th, & hari H masih diseru pada Islam #Jihad
- Jadi kita nan hendak ber #Jihad melawan kekufuran & kemusyrikan, sudahkah sebut nama Obama, Hu, Sarkozy, Merkel, Brown dst dalam doa?
- Sebab itulah yang dituntunkan Nabi kita. #Jihad harus dimulai dengan cinta; berharap mereka nan menentang tetap berhak atas kasihNya.
- Setelah doa, #Jihad selanjutnya adalah dengan bayan; penjelasan, lisan, kaset, VCD, film, tulisan, buku, diskusi, konferensi, debat dll.
- Sebab RasuluLlah diutus pada seru sekalian alam; tiap ummat & segala bangsa berhak mendapatkan penjelasan tentang apa itu Islam. #Jihad
- Jadilah pewarisnya nan bukan hanya membawakan pesan; namun juga akhlaq & santunnya dalam bicara; cinta & kasihnya dalam memberi. #Jihad
- Setelah itu, jika ada kekuatan-kekuatan yang coba halangi manusia dari kebenaran & merintangi suburnya kebajikan; siapkan tombak. #Jihad
- Apa itu tombak? Mengapa di urut 3? Apa bedanya ia dengan pedang yang ada di urut ke-4 dalam poin #Jihad melawan kekufuran ini?
- Tombak adalah senjata yang menggertak, senjata yang hadirkan rasa takut musuh. Jika mereka tak macam-macam, tak perlu ditusukkan. #Jihad
- Qiyas yang hendak disampaikan Ibn Al Qayyim adalah; #Jihad dengan kekuatan awal-awalnya cukup dengan memberi takut pada kejahatan.
- Islam tak bertujuan menghancurkan; ia pembangun bukan perusak. Cukupah jika kejahatan tenggelam dalam gentar, tak membahayakan. #Jihad
- Barulah kalau kejahatan itu benar-benar mengancam kemanusiaan, kebajikan, kebenaran; menantang duel, kita siapkan #Jihad puncak: Pedang.
- Barulah kalau kuasa kejahatan itu melakukan tindakan perusakan di muka bumi, #Jihad mengayunkan pedangnya menyelamatkan kemanusiaan.
- Itulah 4 pembagian #Jihad menurut Ibn Al Qayyim yang terjelaskan dalam 14 (5+2+3+4) sub bahasan. Seberapa banyak peran kita ambil & …
- .seberapa payah kita berjuang menentukan kemuliaan kita di sisiNya. Selamat ber #Jihad Tweeps Shalih(in+at). Maafkan nan tak berkenan;)
0
Dalam Dekapan Ukhuwah
Tweets by : @salimafillah
- Sebaik-baik istana adalah yang mendekatkan pemimpin kepada rakyatnya. Seburuk-buruknya, ialah yang menjauhkan antar mereka. #DDU
- Sa’d ibn Abi Waqqash nan mulia diangkat jadi Gubernur Kufah. Sang penakluk Persia memimpin wilayah berwargakan orang yang mendendamnya. #DDU
- Maka hari-hari sang Gubernur dibisingkan derau kebengalan rakyatnya. Mereka sukar dipuaskan, tak henti membuat onar. Sa’d tak tahan. #DDU
- Maka didirikanlah kompleks kantor Gubernur Kufah; berbenteng tinggi & dijaga ketat. Sa’d tak ingin tugas administratifnya terganggu. #DDU
- Lelaki shalih & bertaqwa yang mustajab doanya itu kini lebih tenang mengatur jalannya pemerintahan Kufah dari balik kantor megahnya. #DDU
- Tapi di luar sana, rakyat kian gelisah. Dan keresahan khalayak itu dirasakan sang pemimpin agung yang merakyat; ‘Umar, Amirul Mukminin. #DDU
- Suatu hari diterbitkannya 2 surat perintah Khalifah. Yang satu untuk Sa’d; satu lagi untuk yang diutus mengantar: Abu Musa Al Asy’ari. #DDU
- Abu Musa yang membaca surat untuknya di tengah perjalanan Madinah-Kufah ternganga. Bunyinya; Robohkan benteng Sa’d, bakar istananya! #DDU
- Tapi itu tugas; dan Abu Musa melaksanakannya dengan memberi penjelasan pada rakyat nan bersorak-sorai sementara Sa’d tertunduk taat. #DDU
- Surat perintah ‘Umar diberikan pada Sa’d yabg menerimanya penuh ta’zhim. Bunyinya: Dengarkan rakyatmu, betapapun tak sukanya engkau! #DDU
- Apakah provinsi Kufah & super-state Madinah di bawah ‘Umar ketika itu miskin sehingga ‘Istana Sa’d’ dianggap melukai perasaan rakyat? #DDU
- Jawabnya: tidak. Justru di bawah kaki Panglima Sa’d, Persia baru saja jatuh & mempersembahkan bertumpuk kekayaan bagi kaum muslimin. #DDU
- Ibn Katsir mencatat, saat Kisra lari, uang tunai pribadi yang TAK SEMPAT TERBAWA mencapai 3.000.000.000.000 dinar (1 dinar: Rp 1,75 Jt) #DDU
- Ada mahkota nan disangga 3 rantai; tahta & kursi-kursi menteri yang terbuat dari emas bertabur permata, aneka perhiasan, & permadani. #DDU
- Semua kekayaan dengan jumlah tak terbayangkan oleh kaum muslimin itu membanjiri Madinah & dibagi dengan adil oleh ‘Umar yang berlinang. #DDU
- Dalam keadaan negara semakmur itu, sebenarnya Istana Sa’d <apalagi ini Sa’d; berjasa besar memakmurkan negara>; sungguhlah wajar saja. #DDU
- Tapi ‘Umar ingin menunjukkan & dia memberi teladan: kinerja tak tergantung fasilitas. Apalagi jika fasilitas itu menghalangi kedekatan. #DDU
- Mendengarkan orang yang dipimpin adalah asas utama kepemimpinan Islam. Itu yang hendak ditegakkan ‘Umar dengan membakar Istana Sa’d. #DDU
- Bagi ‘Umar: Kedekatan dengan rakyat bisa terlukai oleh hal-hal yang dianggap kecil oleh para pejabat. Bahkanpun jika atas nama kinerja. #DDU
- Apatah lagi jika semata gaya hidup. Kata ‘Ali; bermewahnya wirausahawan masih mungkin menginspirasi, bermewahnya pejabat pasti melukai. #DDU
- Maafkan ya Shalih(in+at); ini tadi hanya pagi Jumat yang diisi mengingatkan diri atas amanah-amanah nan telah & mungkin kelak teremban. #DDU
- Ini bukan tuk Anggota Dewan. Tiada nan lebih tertuntut mengambil pelajaran selain yang me-ricaukan & Shalih(in+at) semua bila berkenan. #DDU
- Jadi, mari lakukan saja yang dibisa sejauh jangkauan. Yuk dekatkan diri & dengarkan yang kita pimpin; isteri, anak, pembantu, karyawan. #DDU
- Soal yang tak terjangkau; mari berdoa & bernyanyi. “Contoh gemilang dari masa dahulu, kami menyimak dengam penuh rindu..” #NowPlaying #Bimbo
- “Akankah pada ini zaman, berulang jadi teladan..” #NowPlaying #Bimbo. Jika bukan zaman ini, moga kita bisa menjawabnya di zaman nanti. #DDU
0
RUHANI
Tweets by : @salimafillah
- Mari takjubi kisah para Shalihin. Pada ilmu & daya #ruhani mereka terkandung cahaya Allah. Maka bahkan ejekannya pun jadi jalan hidayah.
- Seperti kisah Ibn Hajar Al ‘Asqalani; penulis Fathul Bari yang termasyhur itu, ketika suatu hari melintas dengan kereta mewahnya.#Ruhani
- Beliau dicegat oleh seorang Yahudi penjual minyak ter. Penampilan keduanya bertolak belakang. Ibnu Hajar tampak anggun & megah. #Ruhani
- Sementara Yahudi penjual minyak ter itu dekil, compang-camping, berbau busuk, & kumal. Dicegatnya Ibnu Hajar lalu dia bertanya. #Ruhani
- “Nabimu mengatakan bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin & surganya orang kafir <HR Muslim>, benarkah demikian?”, ujarnya. #Ruhani
- “Betul, demikianlah sabda beliau SAW”, sahut Ibnu Hajar tersenyum. “Kalau begitu akulah mukmin & kamu kafir!”, hardik si Yahudi. #Ruhani
- “Oh”, sahut Ibnu Hajar sembari tersenyum lagi, “Mengapa bisa demikian hai Ahli Kitab yang malang?” Jawab si Yahudi, “Coba lihat..#Ruhani
- …aku hidup dalam susah dan nestapa sebagai penjual minyak ter, maka aku merasa terpenjara, maka aku mukmin. Sementara kamu… #Ruhani
- .hidup mewah dan megah, maka kamu seperti di surga, sehingga sesuai hadits tadi, kamu adalah orang kafir.” Ibnu Hajar menyimak. #Ruhani
- Setelah tersenyum lagi, beliau berkata, “Sudikah jika aku jelaskan padamu makna yang benar dari hadits itu duhai cucu Israil?” #Ruhani
- “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin seperti diriku, sebab segala kemewahan yang kunikmati sekarang, tak ada apa-apanya… #Ruhani
- ..dibandingkan apa yang Allah sediakan untuk kami di surga. Dalam kemewahan ini, kami menanti nikmat yang jauh lebih berlipat.” #Ruhani
- “Maka hakikatnya, dunia ini penjara buat kami. Sementara kau, di dunia memang payah & menderita, tapi semua nestapamu itu… #Ruhani
- .tiada artinya dibanding apa yang Allah sediakan bagimu kelak di neraka. Duniamu yang menyiksa itu, sungguh adalah surga… #Ruhani
- tempatmu masih bisa tersenyum, makan, & minum; menanti siksa abadi kelak di neraka sejati.” Yahudi penjual ter itu ternganga. #Ruhani
- Lalu dengan mata berkaca-kaca, dia berkata lirih, “Asyhadu anlaa Ilaaha illaLlaah, wa asyhadu anna Muhammmadan RasulaLlah..” #Ruhani
- Segera, tanpa memedulikan pakaiannya yang mungkin terkotori, Ibnu Hajar memeluk si penjual minyak ter yang kini telah berislam. #Ruhani
- “Selamat datang! Selamat datang saudaraku! Selamat atas hidayah Allah padamu, pujian hanya milikNya!” Mereka berrangkulan erat. #Ruhani
- Hari itu, si penjual minyak ter dibawa Ibnu Hajar ke rumahnya, dididik, & akhirnya menjadi salah seorang muridnya yang utama. #Ruhani
- Begitulah kekuatan ilmu & #ruhani yang tersambung ke langit suci. Orang Shalih itu mengilhami, bahkan ‘ejekan’nya, jadi jalan hidayah:)
0
DOA (2)
Tweets by : @salimafillah
- Dalam Al Hikam, Ibn ‘Athaillah As Sakandari mengisahkan sebuah#doa yang diijabah Allah; tetapi sang pendoa yang justru tak siap akannya.
- Seorang ahli ‘ibadah ber #doa memohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja, & sehingga dengannya, dia..
- dapat dengan tekun beribadah kepada Allah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga. #doa
- Maka Allah pun mengabulkan #doa-nya. Dengan cara yang tak terduga. Tiba-tiba dia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.
- Allah takdirkan bahwa di penjara dia diransum 2 potong roti; 1 di pagi, 1 di petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. #doa
- Tapi apa yang dilakukan sang ‘abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa. Masuk penjara begitu menyakitkan & penuh duka. #doa
- Dia tak sadar, bahwa masuk penjara adalah bagian dari terkabulnya #doa yang dipanjatkan sepenuh hati. Rasa nestapa menutup keinsyafannya.
- Apa pelajaran yang kita ambil dari kisah #doa sang ‘Abid ini? WaLlaahu a’lam bish shawaab. Pertama: hati-hatilah dalam berdoa & meminta.
- Sungguh boleh meminta apapun, memohon serinci bagaimanapun, dengan ucapan & bahasa terserah kita. Tapi #doayang baik tetap ada adabnya.
- Di antara #doa terbaik telah Allah ajarkan dengan firmanNya, atau tersebut dalam kisah tentang hambaNya yang shalih dalam Al Quran..
- #Doa terbaik juga telah diajarkan oleh Nabi SAW melalui sabdanya, atau melalui apa yang terkisah dalam perjalanan hidupnya nan mulia
- Maka ber #doa dengan apa yang telah mereka tuntunkan adalah lebih utama, mengungguli segala bentuk doa apapun selainnya.
- Pelajaran selanjutnya; Allah lebih tahu dibanding kita tentang apa yang terbaik bagi kita. Maka mintalah yang terbaik dari Allah. #doa
- Setiap pengabulan #doa selalu diikuti konsekuensinya. Maka jika kita meminta yang terbaik, semoga Allah bimbing juga tuk menghadapinya.
- Dan karena pengabulan #doa diikuti konsekuensi; meminta ‘hasil’ biasanya melahirkan kebuntuan; tapi meminta ‘sarana’ membuka jalan baru.
- Ber #doa minta karunia yang hiasi jiwa; keimanan, kesabaran berlipat, kemampuan bersyukur dll; lebih indah daripada meminta benda-benda.
- Dan kitapun ingat; sebab Allah Maha Tahu; #doa bukanlah cara memberitahuNya akan apa yang kita butuhkan. Doa itu bincang mesra padaNya.
- Maka teruslah berbincang mesra; hingga bukan hanya isi doanya, melainkan berdoa itu sendirilah yang menjadi kebutuhan & deru jiwa kita.
- Selamat berdoa ya Shalih(in+at), #doa dengan sebaik-baik adab, seindah-indah pinta, semesra-mesra suasana, setunduk-tunduk jiwa:)
- Bincang #doa ini diilhami oleh Gurunda @sholzerotohero, penulis buku #ZeroToHero, di perjalanan tadi. Follow beliau ya Shalih(in+at;)
- Pelajaran lain dari kisah #doa si ‘Abid; seringkali banyak pinta kita telah dikabulNya, tapi kita terhijab darinya. Hijab itu tersebab..
- masih adanya prasangka buruk pada Allah, kurangnya syukur, & ketidaktepatan #doa yang lahirkan ketaksiapan hadapi paket
0
DOA
Tweets by : @salimafillah
- Suatu hari, Sa’d ibn Abi Waqqash bersiaga menjagai Nabi SAW dengan sepenuh kewaspadaan, gigih menahan lelah, kantuk, & dingin malam. #Doa
- Sa’d, sang pemanah ulung yang dalam 100 bidikan tiada satupun meleset itu tadinya mendengar gumam Sang Nabi, “Adakah lelaki Shalih.. #Doa
- yang malam ini kan menjaga kami?” Bergegaslah dia sedia. Kisah tentang suara gemuruh di ujung Madinah, kegesitan Sa’d, & lebih… #Doa
- .trengginasnya Nabi yang mendahului memeriksa & justru menenangkan penjaganya, telah kita kenal. Lalu malam itu, Sa’d menyiapkan.. #Doa
- …air wudhu RasuluLlah & keperluan shalatnya. Welas asih Sang Nabi memandangnya lalu bersabda, “Mintalah sesuatu padaku hai Sa’d… #Doa
- ..aku akan memintakannya pada Allah untukmu.” Maka Sa’d santun menjawab, “Mintakanlah pada Allah, ya RasulaLlah, agar #Doa ku mustajab!”
- Nabi tersenyum mendengar pinta yang sungguh cerdas itu. Lalu beliau bersabda, “Bantulah aku hai Sa’d, dengan memperbaiki makananmu.” #Doa
- Apa hubungan antara perbaikan makanan dengan mustajabnya #Doa? Sungguh agung sekali Islam, yang kesucian menjadi salah satu asasnya. #Doa
- Satu hari, RasuluLlah baca di hadapan sahabat 2 ayat; yakni QS 23: 51 & QS 2: 168 yang memerintahkan para Rasul hingga semua insan.. #Doa
- ..memakan rizqi Allah yang halal & baik. Beliau SAW kemudian bercerita tentang seorang musafir di padang pasir, yang berpuasa… #Doa
- .yang bekalnya dicuri kawan, & tersesat dalam perjalanan; lalu dia mengangkat tangannya ke langit untuk ber #doa, “Ya Rabb! Ya Rabb!”
- “Tetapi bagaimana mungkin akan dikabulkan”, ujar Nabi mengomentari, “Sementara yang dimakannya haram, yang dikenakannya pun haram.” #Doa
- Orang yang disebut dalam kisah, memiliki 4 keutamaan yang menjamin #doa nya terkabul: 1)musafir 2)puasa 3)dizhalimi 4)mengangkat tangan.
- Tapi perkara haram yang melekati tubuh, telah menghalangi sampainya #doa itu ke sisi Allah SWT. Sesungguhnya Allah itu Thayyib, Dia…
- .tidak menerima kecuali yang Thayyib (halal, suci, & baik). Tertolaknya #doa, boleh jadi sebab adanya hal haram yang tumbuh di tubuh.
- Dalam rangkaian ayat-ayat tentang puasa (QS 2: 183-187), kita menemukan ayat 186 yang bicara tentang #doa. Sebab puasa sebagai ibadah.
- .erat kaitannya dengan pembersihan lahiriah & penjagaan perut dari mengasup -bukan cuma yang syubhat, apalagi haram- melainkan… #Doa
- .bahkan yang halal sejak terbit fajar hingga terbenam mentari. Maka puasa adalah taqwa; jika yang halal saja bisa kita hindari… #Doa
- demi menggapai ridhaNya, nanti di luar puasa hal yang syubhat & haram harusnya bisa dijauhi. Bersihnya saluran pencernaan dari…#Doa
- .hal-hal yang haram, menjadi garansi sampainya sinyal-sinyal #doa kita pada Allah nan di atas ‘Arsy. Setelah itu terserah padaNya..
- .dalam bentuk apa Dia akan menjawab #doa-doa kita; boleh jadi sesuai yang kita minta, atau dihindarkan dari petaka, atau diberi yang..
- ..jauh lebih baik darinya, atau ditunda sampai tiba saat terbaik menurutNya, atau disimpan sebagai kejutan karunia kelak di surga. #Doa
- Saya ingat waktu pertama mengaji Fiqh Puasa; tertakjub hati membaca bahwa salah satu pembatal puasa adalah ‘muntah DENGAN SENGAJA’. #Doa
- Saya bergumam-tanya, “Alangkah sia-sia & kurang kerjaan dia yang muntah dengan sengaja! Mana ada?” Menginjak SD, saya baru faham… #Doa
- .kita hidup di zaman yang kepedulian soal halal-haram begitu minim. Sehingga muntah dengan sengaja adalah aneh. Padahal pernah… #Doa
- .ada suatu masa, di mana orang begitu takut sebab mendengar sabda Nabi-Nya, “Daging yang tumbuh dari makanan haram, tiada yang… #Doa
- pantas baginya kecuali api neraka!” Maka di zaman itu, memeriksa kembali apa yang terlanjur ditelan, lalu memuntahkannya jika… #Doa
- .terbukti -atau terragukan- mengandung keharaman dalam zat maupun cara perolehan; adalah perbuatan yang umum & wajar dilakukan. #Doa
- Lihatlah misalnya Ash Shiddiq Abu Bakr yang suatu hari pulang, saat sang isteri menyediakan roti beserta kuah daging di meja makan. #Doa
- Lapar & percaya telah melailaikannya dari bertanya asal-usul hidangan di meja sebagaimana kebiasaannya. Maka dinikmatinya segera. #Doa
- Sang isteri menegur & mengatakan bahwa yang bawakan hidangan itu adalah tetangga. Telisik pada pembantu menjadikannya tahu bahwa… #Doa
- seorang tukang ramal-lah asal mula hadiah itu. Sigap dia susupkan 3 jari ke pangkal lidah, & dimuntahkanlah semua yang termampu. #Doa
- Mengapa generasi lalu begitu gigih muntah dengan sengaja untuk bersihkan perutnya? Pada yang terlanjur & kita tak tahu, bukankah… #Doa
- Allah Maha Pengampun? Ya, kata Asy Syafi’i, memang diampuni. Tapi pengaruh unsur haram pada tubuh tak serta merta ikut luruh. #Doa
- Ia masih tetap menghalangi pancaran doa. Bahkan anggota tubuh yang tumbuh dari barang haram, mudah berresonansi dengan frekuensi… #Doa
- .kemaksiatan. Mata yang disuplai gizi nan haram, tertagih menikmati pandangan haram. Juga telinga, suka mendengarkan ketakbaikan. #Doa
- Lidah yang tumbuh dari rizqi terdosa, lebih ringan memfitnah, mencela, bergunjing, & berdusta. Tangan jadi lebih tega menzhalimi.#Doa
- Dan kakipun jadi sulit dikendalikan dari langkahnya ke tempat kemaksiatan. Semoga Allah jaga kita semua dari segala yang demikian. #Doa
- Shalih(in+at), mari bermesra padaNya dengan #doa. Dan untuk hantarkan ia berjawab di sisiNya, yuk jaga halal & thayyibnya makanan kita:)
- Terimakasih berkenan menyimak ricau Salim tentang hubungan makanan & #doa ini. Moga kita semua disucikan Allah, lahir-batin, jiwa-raga:)
0
Benahi Diri
Tweets by : @salimafillah
- Jangan Marah! Sebab kemarahan mempertunjukkan semua kejelekan lahir & batin yang bisa disembunyikan dengan keramahan. #BenahiDiri
- Jangan Dengki! Sebab hasad itu menyengsarakan kita saat orang lain bahagia, dan mengajak ke neraka saat orang lain berduka. #BenahiDiri
- Jangan Bergunjing! Sebab gunjingan memakan pahala seperti api hanguskan kayu, menghimpun dosa seperti magnet menarik besi. #BenahiDiri
- Jangan Merendahkan! Sebab hinaan menjatuhkan yang mencela, menaikkan derajat yang dijelekkan, dan melalaikan dari perbaikan. #BenahiDiri
- Jangan Menunda! ‘Amal yang tak dikerjakan hari ini takkan tertampung oleh esok hari nan memiliki hak ibadahnya sendiri. #BenahiDiri
- Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada nan tak berdaya- ialah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta. #BenahiDiri
- Jangan Menghakimi! Sebab itu merumitkan urusan saat kita jadi terdakwa di akhirat! Sebab tugas kita menjadi penyeru & saksi! #BenahiDiri
- Jangan Mengungkit! Sebab bahkan selaksa pemberian menggunung yang diungkit, kalah nilai dari wajah cerah dan senyum manis. #BenahiDiri
- Jangan Berdusta! Sebab dusta adalah candu menyakitkan, dan parahmya, ia membuka semua pintu keburukan yang lebih besar! #BenahiDiri
- Jangan takjubi ‘amal diri! Bahkan dosa yang membawakan taubat jauh lebih baik daripada ibadah yang melahirkan kesombongan! #BenahiDiri
- Jangan Berdebat! Semua perbantahan YANG TAK LAHIRKAN AMAL melemahkan daya, menghabiskan waktu, batalkan jatah rumah surga. #BenahiDiri
- Jangan Keras Hati & Kasar Sikap! Bahkan ahli kebenaran yang tak santun menghancurkan rasa hormat insan pada kebenaran itu. #BenahiDiri
- Jangan Mempersulit! Agama adalah kemudahan untuk menjamin selamatnya insan sampai tujuan. Siapa mempersulit, pasti kalah. #BenahiDiri
- Jangan Mendendam! Sebab itu bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri, lalu berharap orang lain yang mati. Maafkanlah;) #BenahiDiri
- Jangan Putus Asa! Sebab ia kunci mati bagi segala kemungkinan baik nan berjuta. Allah itu memberi segaris sangka hambaNya. #BenahiDiri
- Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, ‘amal kita juga takkan diambil alih orang lain. #BenahiDiri
- Jangan Lari dari Masalah! Tugas kita meng-HADAP-i, lalu biarlah Allah yang meng-ATAS-i <@_pepeng> #BenahiDiri
- Jangan Kikir! Harta sampai ke surga sebab dititipkan pada nan membutuhkan. Tak pernah ada yang miskin tersebab sedekahnya. #BenahiDiri
- Jangan Serakah! Zuhudlah akan apa yang dimiliki manusia, mereka kan cintai kita. Zuhudlah pada dunia, pasti dirindu surga. #BenahiDiri
- Jangan Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan! Amalan sederhana yang dilestarikan memikat cintaNya, jadi titian lancar ke surga. #BenahiDiri
- Jangan Abai Sekecil Apapun Dosa! Tidaklah kecil jika terus dilakukan. Tiada nan kecil kalau mengkhianati Dzat Maha Besar. #BenahiDiri
- Jangan Menganggur! Tak mengerjakan apapun, baik tuk dunia maupun akhirat ialah pemandangan menyedihkan bagi langit & bumi. #BenahiDiri
- Jangan Zhalim! Setiap kezhaliman membunuh rasa tenteram di hati pelakunya, membuat manusia benci, & menjauhkan dari surga. #BenahiDiri
- Jangan Bosan Berdoa! Allah Maha Tahu, maka berdoa bukan cara memberi tahuNya apa nan kita butuhkan. Doa itu bercakap mesra. #BenahiDiri
- Jangan Khianati Nurani! Tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi tersunyi, tapi dibersamai senyum Ilahi. #BenahiDiri
- Jangan Takut Gagal! Jalan kegagalan dan keberhasilan itu sama. Hanya terkadang, alamat kesuksesan agak lebih ujung. #BenahiDiri
- Jangan Sembarang Makan! Setiap yang haram & tak suci merusak tubuh, menumbuhkan umpan neraka, menghalangi sampainya doa. #BenahiDiri
- Jangan bangga & lena atas pujian. Hanya sedikit pelajaran darinya. Mengharapkannya adalah tanda kurangnya kebaikan kita. #BenahiDiri
- Jangan takut & lemah oleh celaan. Banyak pelajaran darinya. Mengkhawatirkannya ialah tanda terlalu banyak keburukan di jiwa. #BenahiDiri
- Jangan terlibat dalam hal nan tak bermanfaat bagi diri & sesama, atau tak bermakna bagi jiwa. Itu tanda kebaikan Islam kita. #BenahiDiri
0
Bahagianya Merayakan Cinta
Tweets by : @salimafillah
- Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan.. #BMC
- Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belai lembut saat dada kita sesak oleh masalah.. #BMC
- Barakah itu mengubah tudingan “Ini salahmu!”, menjadi bisik lembut kala terpeluk, “Maafkan aku ya Cinta..” #BMC
- Barakah itu mengganti diksi, dari “Kok bisa-bisanya sih kamu?!” menuju, “Aku mengerti Sayang, sabar ya..” #BMC
- Barakah itu melafazhkan “Kamu ke mana aja sih?!” agar terdengar sebagai “Aku di sini, menantimu dalam rindu yang menyesak!” #BMC
- Barakah itu membahasakan “Aku tuh pengennya kamu …!” agar berbunyi “Cinta, makasih ya, kau membuatku …” #BMC
- Kapanpun, barakah membawakan kebahagiaan; sebuah letup gembira di hati, rasa lapang di dada, jernih dalam akal, nikmat dalam jasad. #BMC
- Barakah itu membawakan keceriaan musim semi, apapun jua masalah yang sedang menyengat, membadai, menggigilkan rumahtangga kita. #BMC
0
Muhammad Sebagai Seorang Suami
dakwatuna.com – Di antara tanda kasih sayang Allah swt terhadap manusia adalah diutusnya Rasul ditengah-tengah mereka. Inilah nikmat paling besar yang Allah swt karuniakan kepada manusia. Agar para Rasul menjadi penerang bagi orang-orang yang salah jalan. Menjadi penunjuk bagi orang-orang yang tersesat.
Hal paling utama dan berharga yang dipersembahkan para Rasul kepada manusia setelah penunjukan jalan hidayah Allah swt. adalah mereka, para Rasul sebagai contoh teladan bagi yang meniti jalan menuju Allah swt, agar orang beriman mengambil apa yang mereka contohkan dalam segenap urusan dan bidang, fiddunya wal akhirah.
Allah swt berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad saw.:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Berkata Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini: “Inilah ayat mendasar yang berisikan anjuran menjadikan Rasulullah saw sebagai suri teladan, dalam ucapan, perbuatan dan keadannya.”
Dan bukti kemurahan Allah swt terhadap umat Islam ini adalah, bahwa sirah atau perjalanan hidup Nabi saw. baik berupa ucapan, perbuatan dan keadaannya direkam dan dijaga oleh para tokoh –ahli hadits- yang mukhlis. Dan mereka menyampaikan apa yang datang dari Rasul kepada orang lain dengan sangat amanah.
Contoh sederhana adalah tentang petunjuk Nabi bagaimana beliau makan, cara minum, berpakaian, berhias, bagaimana beliau tidur dan ketika terjaga, ketika beliau mukim atau sedang safar, ketika beliau tertawa atau menangis, dalam kesungguhan atau canda, dalam suasana ibadah atau hubungan sosial, perihal urusan agama atau dunia, ketika kondisi damai atau saat perang, dalam berinteraksi dengan kerabat atau orang yang jauh, menghadapi teman atau lawan, sampai pada sisi-sisi yang menurut orang bilang “intim” dalam hubungan suami-istri. Semuanya terekam, tercatat dan diriwayatkan dengan sahih dalam sirah perjalanan hidup beliau saw.
Dalam tulisan sederhana ini kami paparkan petunjuk Nabi saw. tentang bagaimana beliau berinteraksi dengan istri-istrinya. Bagaimana beliau bermu’amalah dan menjaga mereka. serta bagaimana beliau melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak mereka.
Muhammad Bersikap Adil
Nabi Muhammad saw. sangat memperhatikan perilaku adil terhadap istri-istrinya dalam segala hal, termasuk sesuatu yang remeh dan sepele. Beliau adil terhadap istri-istrinya dalam pemberian tempat tinggal, nafkah, pembagian bermalam, dan jadwal berkunjung. Beliau ketika bertandang ke salah satu rumah istrinya, setelah itu beliau berkunjung ke rumah istri-istri beliau yang lain.
Soal cinta, beliau lebih mencintai Aisyah dibanding istri-istri beliau yang lain, namun beliau tidak pernah membedakan Aisyah dengan yang lain selamanya. Meskipun di sisi lain, beliau beristighfar kepada Allah swt karena tidak bisa berlaku adil di dalam membagi cinta atau perasaan hati kepada istri-istrinya, karena persoalan yang satu ini adalah hak preogratif Allah swt. saja. Rasulullah saw. bersabda:
(اللهم إن هذا قسمي فيما أملك، فلا تلمني فيما لا أملك)
“Ya Allah, inilah pembagianku yang saya bisa. Maka jangan cela aku atas apa yang aku tidak kuasa.”
Ketika beliau dalam kondisi sakit yang menyebabkan maut menjemput, beliau meminta kepada istrinya yang lain agar diperkenankan berada di rumah Aisyah. Bahkan ketika beliau mengadakan perjalanan atau peperangan, beliau mengundi di antara istri-istrinya. Siapa yang kebagian undian, dialah yang menyertai Rasulullah saw.
Muhammad Bermusyawarah Dengan Para Istrinya
Rasulullah saw mengajak istri-istrinya bermusyawarah dalam banyak urusan. Beliau sangat menghargai pendapat-pendapat mereka. Padahal wanita pada masa jahiliyah, sebelum datangnya Islam diperlakukan seperti barang dagangan semata, dijual dan dibeli, tidak dianggap pendapatnya, meskipun itu berkaitan dengan urusan yang langsung dan khusus dengannya.
Islam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan laki-laki, kecuali hak qawamah atau kepemimpinan keluarga, berada ditangan laki-laki. Allah swt berfirman:
Islam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan laki-laki, kecuali hak qawamah atau kepemimpinan keluarga, berada ditangan laki-laki. Allah swt berfirman:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Al Baqarah:228.
Adalah pendapat dari Ummu Salamah ra pada peristiwa Hudaibiyah, membawa berkah dan keselamatan bagi umat Islam. Ummu Salamah memberi masukan kepada Nabi agar keluar menemui para sahabat tanpa berbicara dengan siapa pun, langsung menyembelih hadyu atau seekor domba dan mencukur rambutnya. Ketika beliau melaksanakan hal itu, para sahabat dengan serta-merta menjalankan perintah Nabi saw, padahal sebelumnya mereka tidak mau melaksanakan perintah Rasul, karena mereka merasa pada pihak yang kalah pada peristiwa itu. Mereka melihat bahwa syarat yang diajukan kaum kafir Quraisy tidak menguntungkan kaum muslimin.
Muhammad Lapang Dada dan Penyayang
Istri-istri Rasulullah saw memberi masukan tentang suatu hal kepada Nabi, beliau menerima dan memberlakukan mereka dengan lembut. Beliau tidak pernah memukul salah seorang dari mereka sekali pun. Belum pernah terjadi demikian sebelum datangnya Islam. Perempuan sebelum Islam tidak punya hak bertanya, mendiskusikan dan memberi masukan apalagi menuntut.
Umar ra berkata:
Umar ra berkata:
“Saya marah terhadap istriku, ketika ia membantah pendapatku, saya tidak terima dia meluruskanku. Maka ia berkata; “Mengapa kamu tidak mau menerima pendapatku, demi Allah, bahwa istri-istri Rasulullah memberi pendapatnya kepada beliau, bahkan salah satu dari mereka ngambek dan tidak menyapanya sehari-semalam. Umar berkata; “Saya langsung bergegas menuju rumah Hafshah dan bertanya: “Apakah kamu memberi masukan kepada Rasulullah saw? ia menjawab: Ya. Umar bertanya lagi, “Apakah salah seorang di antara kalian ada yang ngambek dan tidak menegur Rasul selama sehari-semalam? Ia menjawab: Ya. Umar berkata: “Sungguh akan rugi orang yang melakukan demikian di antara kalian.”
Cara Nabi Meluruskan Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah menggap sepele kesalahan yang diperbuat oleh salah satu dari istri. Beliau pasti meluruskan dengan cara yang baik. Diriwayatkan dari Aisyah:
تقول عائشة رضي الله عنها: ما رأيت صانعة طعام مثل صفية صنعت لرسول الله طعاما وهو في بيتي، فارتعدت من شدة الغيرة فكسرت الإناء ثم ندمت فقلت: يا رسول الله ما كفارة ما صنعت؟ قال: إناء مثل إناء، وطعام مثل طعام.
“Saya tidak pernah melihat orang yang lebih baik di dalam membuatkan masakan, selain Shafiyah. Ia membuatkan hidangan untuk Rasulullah saw di rumahku. Seketika saya cemburu dan membanting piring beserta isinya.” Saya menyesal, seraya berkata kepada Rasulullah saw. “Apa kafarat atas perilaku yang saya lakukan?” Rasulullah saw menjawab: “Piring diganti piring, dan makanan diganti makanan.”
Rasulullah saw. menjadi pendengar yang baik. Beliau memberi kesempatan kepada istri-istrinya kebebasan untuk berbicara. Namun beliau tidak toleransi terhadap kesalahan sekecil apa pun. Aisyah berkata kepada Nabi setelah wafatnya Khadijah ra.:
“Kenapa kamu selalu mengenang seorang janda tua, padahal Allah telah memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” Maka Rasulullah saw marah, seraya berkata: “Sunggguh, demi Allah, Allah tidak memberi ganti kepadaku yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku ketika manusia mengingkariku. Ia menolongku ketika manusia memusuhiku. Saya dikaruniai anak darinya, yang tidak Allah berikan lewat selainnya.”
“Kenapa kamu selalu mengenang seorang janda tua, padahal Allah telah memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” Maka Rasulullah saw marah, seraya berkata: “Sunggguh, demi Allah, Allah tidak memberi ganti kepadaku yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku ketika manusia mengingkariku. Ia menolongku ketika manusia memusuhiku. Saya dikaruniai anak darinya, yang tidak Allah berikan lewat selainnya.”
Muhammad Pelayan Bagi Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan khidmah atau pelayanan ketika di dalam rumah. Beliau selalu bermurah hati menolong istri-istrinya jika kondisi menuntut itu. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (خدمتك زوجتك صدقة)
“Pelayanan Anda untuk istri Anda adalah sedekah.”
Adalah Rasulullah saw mencuci pakaian, membersihkan sendal dan pekerjaan lainnya yang dibutuhkan oleh anggota keluarganya.
Muhammad Berhias Untuk Istrinya
Rasulullah saw mengetahu betul kebutuhan sorang wanita untuk berdandan di depan laki-lakinya, begitu juga laki-laki berdandan untuk istrinya. Adalah Rasulullah saw paling tampan, paling rapi di antara manusia lainnya. Beliau menyuruh sahabat-sahabatnya agar berhias untuk istri-istri mereka dan menjaga kebersihan dan kerapihan. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (اغسلوا ثيابكم وخذوا من شعوركم واستاكوا وتزينوا وتنظفوا فإن بني إسرائيل لم يكونوا يفعلون ذلك فزنت نساؤهم).
“Cucilah baju kalian. Sisirlah rambut kalian. Rapilah, berhiaslah, bersihkanlah diri kalian. Karena Bani Isra’il tidak melaksanakan hal demikian, sehingga wanita-wanita mereka berzina.”
Muhammad dan Canda-Ria
Rasulullah saw tidak tidak lupa bermain, bercanda-ria dengan istri-istri beliau, meskipun tanggungjawab dan beban berat di pundaknya. Karena rehat, canda akan menyegarkan suasan hati, menggemberakan jiwa, memperbaharui semangat dan mengembalikan fitalitas fisik.
فعن عائشة – رضي الله عنها- أنها قالت خرجنا مع رسول الله (صلى الله عليه وسلم) في سفر فنزلنا منزل فقال لها : تعالي حتى أُسابقك قالت: فسابقته فسبقته، وخرجت معه بعد ذلك في سفر آخر فنزلنا منزلا فقال: تعالي حتى أسابقك قالت: فسبقني، فضرب بين كتفي وقال : هذه بتلك).
Dari Aisyah ra berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah saw dalam suatu safar. Kami turun di suatu tempat. Beliau memanggil saya dan berkata: “Ayo adu lari” Aisyah berkata: Kami berdua adu lari dan saya pemenangnya. Pada kesempatan safar yang lain, Rasulullah saw mengajak lomba lari. Aisyah berkata: “Pada kali ini beliau mengalahkanku. Maka Rasulullah saw bersabda: “Kemenangan ini untuk membalas kekalahan sebelumnya.” Allahu A’lam
Langganan:
Komentar (Atom)
Please put your comment
Rabu, 02 November 2011
TAQWA
Tweets by : @salimafillah
- Taqwa adalah seruan yang paling sering diulang kepada insan beriman dalam Quran. Ia muara dari semua peribadahan yang dititahkan. #TAQWA
- Sebab Allah Maha Suci dari menghajatkan ibadah hambaNya, maka kemanfaatan semua ibadah kembali pada insan pengabdi. Sebutannya: #TAQWA
- Ta’rif termasyhurnya adalah “Imtitsaalul Awamiri, wajtinaabu NawahiHi”, menyesuai-i segala perintah, menjauhi semua laranganNya. #TAQWA
- Kalau cari di Qamus, asal katanya bukan berawal “T”, melainkan “W”, waqaa, wiqaayah, dekat maknanya dengan menjaga kehati-hatian. #TAQWA
- Arti ini sebagaimana penggambaran cerdik Hudzaifah saat ditanya ‘Umar, “Kalau kau lewati jalan penuh duri, apa yang kau lakukan?” #TAQWA
- Al Ghazali, kemudian dibenahkan oleh Sa’id Hawa menyebut setidaknya 5 unsur #TAQWA: Muraqabah, Mu’ahadah, Muhasabah, Mu’aqabah, Mujahadah
- Muraqabah, merasai kebersamaan Allah, DIAWASI, dilihat, didengar. Seperti saat puasa, tak rela setitik kumuran wudhu tersesap. #TAQWA
- Muraqabah, kita adalah pelaku film yang sedang berakting. Kamera rakam nan Raqiibun ‘Atiid terus bekerja. Kelak ia ditayang ulang. #TAQWA
- Muraqabah. Kelak tayang ulang amal-amal kita di hadapanNya kan membanjirkan keringat diri sebab malu pada Dia yang memberi nikmat. #TAQWA
- Muraqabah. Sebaiknya malu itu hadir kini, cegah kita dari nista, agar terkurang ketenggelaman dalam keringat kelak di hadapanNya. #TAQWA
- Mu’ahadah artinya mengingat janji kehambaan padaNya, lalu rencanakan segala hal baik dalam hidup; akhiratnya, matinya, dunianya. #TAQWA
- Mu’ahadah. Hidup pentaqwa sejati tak mengalir bagai air, sebab mengalir artinya ke tempat rendah. Dia meninggi, mendaki,memuncak. #TAQWA
- Mu’ahadah. Untuk surga dia minta Firdaus tertinggi, untuk mati dia minta cara termulia, untuk hidup dia minta paling bermakna. #TAQWA
- Mu’ahadah. Jika surga bisa dicita, jika mati bisa dirancang; maka hidup sebagai ibadah harus disiapkan dalam perencanaan matang. #TAQWA
- Muhasabah, hitung-hitung. Ia hanya mungkin jika ada Mu’ahadah. Evaluasi mungkin jika ada program, bisa laporan jika ada proposal. #TAQWA
- Muhasabah. Menghitung sendiri dengan jujur di hari ini, diisyaratkan ‘Umar, akan meringankan perhitungan kelak di hadapanNya. #TAQWA
- Setelah Muhasabah, lakukan Mu’aqabah. Pemberian konsekuensi. Kegagalan ‘dihukum’bijak, keberhasilan dihadiahi penyemangat. #TAQWA
- Mu’aqabah. ‘Umar pernah ketinggalan shalat jama’ah ‘Ashr, terpesona memeriksa kebun ranum jelang panen. Kebun itu disedekahkan. #TAQWA
- Mu’aqabah. ‘Umar menadzarkan andai perjuangan Islam telah jaya, dia ‘umrah. Rasul melepasnya dengan ungkapan cinta: Ya Ukhayya. #TAQWA
- Mujahadah. Tak putus untuk sungguh-sungguh menjuang, agar yang sudah diraih teristiqamahkan. Agar yang belum dicapai, tergapai. #TAQWA
- Demikian Ta’rif & Cakupan #TAQWA. Maafkan yang tak berkenan. Semoga kita dalam ridhaNya ya Shalih(in+at).
CINA
Tweets by : @salimafillah
- Adalah sebuah kisah dalam Azwaajul Khulafaa’ karya Raji Kinas yang mula-mula membuat saya bersemangat mengumpulkan pustaka tentang #Cina.
- Ceritanya tentang Abu Ja’far Al Manshur, sang pembangun Baghdad. Inilah Raja dalam Islam yang amat drastis sukarnya ditemui rakyat. #Cina
- Tentu itu terkait dengan bagaimana ‘Abbasiyah menegakkan kekuasaan lewat pertumpahan darah, tata-kota Baghdad, & pribadi Sang Raja. #Cina
- Yang pertama telah banyak diulas Tarikh tepercaya. Yang kedua; tersebut dalam Tarikh, tinggi benteng terluar Baghdad mencapai 40 m. #Cina
- Benteng Baghdad melingkar berjejari 20 mil. Lebar bagian atas bisa dilewati 3 kereta perang berjajar. Di dalamnya ada 3 lapis lagi. #Cina
- Baghdad di zaman Abu Ja’far ini kota terbesar di dunia berpenduduk +/- 3 juta jiwa. Terbesar ke-2? Chang-an, ibukota Dinasti Tang, #Cina.
- Tentang pribadi Abu Ja’far Al Manshur sendiri, mari kita cukupkan ringkasan kisah yang dibawakan Imam Malik RhmhuLlah berikut ini. #Cina
- “Pada suatu musim haji, aku dipanggil paksa menghadap Al Manshur”, ujar beliau, “Bersama Abu Hanifah & Ibn Thawus Al Yamani.” #Cina
- “Al Manshur menyuruh kami bicara satu per satu”, lanjut Malik. Dalam kisah itu beliau sebutkan kalimat masing-masing nan panjang. #Cina
- Intinya; beliau & Abu Hanifah bicara secara umum & datar-datar sebab rasa takut akan kebengisan Al Manshur. Tapi Ibn Thawus beda. #Cina
- Nyaris memerinci kejahatan & kezhaliman Al Manshur, Ibn Thawus memberikan nasehat & peringatan yang amat gamblang & keras padanya. #Cina
- Nah, perhatikan ungkapan Imam Malik ini; “Saat Ibn Thawus bicara, aku & Abu Hanifah bergeser sambil merapat-rapikan pakaian kami.” #Cina
- Mengapa? “Karena”, ujar Imam Malik, “KAMI KHAWATIR KECIPRATAN DARAHNYA!” Nah, ini gambaran tentang watak Al Manshur yang dahsyat. #Cina
- Kata Malik, “Tapi Allah menjaga Ibn Thawus, justru Al Manshur gemetar oleh nasehatnya. Aku jadi semakin hormat pada Ibnu Thawus.” #Cina
- Nah, kisah yang saya maksud dalam Azwaajul Khulafaa’ adalah tentang seorang Arab Badui pengembara yang dihadapkan pada Al Manshur. #Cina
- Lelaki ini diminta Al Manshur untuk mengisahkan perjalanannya ke berbagai negeri, demi menyimpulkan “Tiada yang semegah Baghdad.” #Cina
- Lelaki ini -seperti umumnya Badui yang polos- blak-blakan bahwa Baghdad memang megah, tapi angker, & rajanya sulit ditemui rakyat. #Cina
- Sementara dia cerita tentang ibukota #Cina, mungkin maksudnya Chang-an; kotanya tertata rapi & Kaisarnya sudah tua, namun bijaksana.
- Si Badui dengan semangat bercerita bahwa ketika makin tua, Kaisar mulai kehilangan daya dengarnya. Dia mulai tuli. Dia bersedih. #Cina
- Para menteri & penasehat menghibur. “Apapun yang terjadi, Yang Mulia tetap Kaisar kami nan bijak, mohon Baginda jangan bersedih.” #Cina
- “Aku sedih bukan ratapi diriku”, ujar Kaisar, “Aku penuh sesal sebab kini tak lagi bisa dengarkan secara langsung keluhan rakyat!” #Cina
- Sejak itu, Sang Kaisar yang rajin bertandu mengelilingi negeri ini memutuskan untuk tak memegang pemerintahan secara langsung. #Cina
- Dia mengangkat menteri kepala (Chen Xiang) yang diberi keleluasaan menjalankan pemerintahan namun berada di bawah pengawasannya. #Cina
- Menteri Kepala dipilih secara meritokratis melalui ujian yang diselenggarakan bertingkat; dari distrik, provinsi, hingga nasional. #Cina
- Demikianpun berjenjang ke bawah; para menteri, para gubernur, bupati, & hakim wilayah diangkat berdasar peringkat dalam ujiannya. #Cina
- Lalu apa yang dikerjakan sang Kaisar? Dia makin rajin mengelilingi negeri untuk mendengarkan keluhan rakyat & menyemangati mereka. #Cina
- Sebab pendengarannya lemah, Kaisar menitahkan agar tiap yang ingin mengadu mengenakan pakaian merah & menyiapkan aduan tertulis. #Cina
- Atas titahnya, tim khusus kekaisaran akan menindaklanjuti tiap aduan sesuai tingkat pengambil kebijakan; dari desa hingga pusat. #Cina
- Apa yang dilakukan sang Kaisar ini menginspirasi rakyat, membuat pemerintahan tertata, & membawa kejayaan bagi Dinasti Tang. #Cina
- Nah, simpul si Badui pada Al Manshur, Amirul Mukminin tentu lebih berhak melakukan semua hal indah itu daripada sang Kaisar #Cina itu.
Berpendapat
Tweets by : @salimafillah
- #Berpendapat adalah hak yang sangat terhormat di dalam agama ini. Quran mengisah, anak kecil hingga malaikat pendapatnya layak didengar.
- Anak kecil yang sering dianggap akalnya belum sempurna, oleh ayah nan bijaksana diminta #Berpendapat terkait perintah Allah (QS 37: 102)
- Sebagai kontras, demikian jua malaikat nan tercipta dari cahaya, akal sempurna tanpa hawa #berpendapat pada penciptaan olehNya (QS 2: 30)
- #Berpendapat-lah, sungguh ia sendi beragama kita. Pendapat baik; olahan akal, alaman rasa, & susunan kata bisa menjadi ibadah berharga.
- Agama ini beri ruang luas #Berpendapat, selama ia berkenan berdiskusi dengan wahyu & nurani; urusan paling remeh hingga nan amat serius.
- Ibrahim misalnya di QS 37: 102, yakin bahwa menyembelih putranya ialah perintah Allah. Tetapi ia tak langsung menetak leher. #Berpendapat
- Ibrahim mengajarkan: seyakin apapun kita bahwa suatu hal adalah perintah Allah; meminta pihak terkait tuk #berpendapat adalah kemuliaan.
- Maka saya cenderung ittiba’ ulama nan #Berpendapat, ie: penerapan syari’at juga harus melalui pembicaraan dengan siapapun nan terdampak.
- Allah tak pernah menghendaki agama ini jadi belenggu pemaksa, dan tak menghajatkan keberagamaan nan terpaksa. #Berpendapat itu terhormat.
- Jika pada hal yang jelas bahwa ianya perintah Allah saja kita dibimbing untuk mendengar mereka nan #berpendapat, apalagi nan selain itu.
- Maka prinsip pertama dalam #Berpendapat adalah: bersedialah mendengar. Sebab yang tak mau mendengar kehilangan kelayakan untuk didengar.
- Teringat kita betapa sabar Nabi dengarkan ‘Utbah ibn Rabi’ah #Berpendapat. Padahal yang dia ucapkan adalah caci maki, fitnah, & umpatan.
- Di saat ‘Utbah telah berhenti bicara pun, Nabi masih tersenyum mesra & bertanya, “Adakah kau sudah selesai hai Abul Walid?” #Berpendapat
- Saat ‘Utbah berkata, “ya”, beliaupun bersabda, “Aku telah mendengarkanmu hai Abul Walid. Kini berkenankah kau simak aku?” #Berpendapat
- Maka terlantunlah kalam suci & terpesonalah ‘Utbah, duta Quraisy itu. Dia mendengarkan sebab Muhammad sedia mendengarnya. #Berpendapat
- ‘Utbah pulang dengan ubah sikap. “Menurutku”, ujarnya, “Jangan kalian musuhi Muhammad. Kalau bangsa Arab mengalahkannya..” #Berpendapat
- “..kalian tak rugi. Tapi jika Muhammad menang, jadi kemuliaan kalian juga.” Maka berkuranglah 1 tokoh penentang keras. #Berpendapat
- Dengarkanlah siapapun nan #berpendapat, apapun pendapatnya, & bagaimanapun cara dia mengungkapkannya. Ini bekal tuk menjadi berpengaruh.
- Adapun cara terbaik bagi kita tuk #berpendapat adalah dengan hikmah. Itulah cara utama & paling berhasil bawakan kebenaran. (QS 16: 125)
- Apa itu hikmah? Kata Ibn Al Qayyim: segala kemanfaatan yang kita hadirkan, dinilai dari sudut pandang mitra bicara & ‘amal. #Berpendapat
- Mengenali sekaligus menghormati sudut pandang mitra bicara dalam #berpendapat itulah yang antar Ibrahim sukses berdakwah (QS 6: 74-79)
- NOTE (QS 6: 74-19) ditegaskan Al Qurthuby dalam Al Jami’ BUKAN kisah Ibrahim mencari tuhan, melainkan kisah strategi da’wah #Berpendapat
- Cara #Berpendapat selanjutnya yang diisyaratkan QS 16: 125 adalah mau’izhah (nasehat, bimbingan). Ia disyarati harus ‘hasanah’ (baik).
- Dibanding hikmah, #berpendapat dengan mau’izhah hasanah punya kelemahan: memposisikan diri ‘lebih’ daripada mitra. Kadang tak diterima.
- Mau’izhah hasanah mudah diterima oleh nan punya iman (kehendak berbaik) <QS 51: 55>. Yang ingkar takkan bergeming <QS 2: 6> #Berpendapat
- Maksud baik menasehati kadang bersambut; “Memang kamu siapa? Ayah-ibu yang tiap hari kasih makan saja tidak cerewet kok!” #Berpendapat
- Sebelum masuk ke cara #berpendapat nan ketiga: debat, menurut para mufassir, tutur Al Qaradlawy dalam Fi Fiqhil Aulawiyat, QS 16: 125 …
- ..itu tertib lafazh “hikmah-mau’izah-jidal” ialah urut efektivitas & urut prioritas nan harus diambil dalam metode dakwah. #Berpendapat
- Maka debat adalah cara terberat & tersulit bawakan kebenaran. Allah syaratkan ia harus “billati hiya ahsan” <cara terbaik> #Berpendapat
- Betapapun debat itu caranya terbaik, oleh orang terbaik berakhlaq terbaik, belum tentu bisa bawa mitra cakap pada kebenaran #Berpendapat
- Seiring mentakjubi Ibrahim di kisah Al Quran, mari juga ambil pelajaran saat dia memenggal berhala kaumnya, lalu ditangkap. #Berpendapat
- “Tanya saja patung itu!”, ujar Ibrahim saat diinterogasi. Hujjahnya tak terbantah, kaumnya terbungkam. Berimankah mereka? #Berpendapat
- Tidak. Justru Ibrahim dibakar. Yang menghancurkan, dibalas lebih mengerikan. Bagi kita, kata Ibn Al Qayyim, ini tak boleh. #Berpendapat
- Menolak suatu kejahatan, jangan hingga melahir kejahatan lebih besar. Adapun Ibrahim, mulialah dia dalam penjagaan Allah. #Berpendapat
- Ibrahim lalu sadar berdebat dengan khalayak awam itu tak efektif. Akal sehat tertutup riuh hawa nafsu. Otot yang maju dulu. #Berpendapat
- Selektif: maka Ibrahim pilih tokoh paling intelek, berkuasa, & berpengaruh untuk didebat. Konon namanya Namrudz (QS 2: 258) #Berpendapat
- “Tuhanku menghidupkan & mematikan”, ujar Ibrahim. Raja itu hadirkan 2 tawanan; 1 dibunuh, 1 dilepas. “Aku juga!”, katanya. #Berpendapat
- “Tuhanku datangkan mentari di timur, coba datangkan ia dari barat!”, sanggah Ibrahim. Hujjah dahsyat. Raja itu terbungkam. #Berpendapat
- Tapi berimankah dia? Tidak. Ibrahim malah diusir dari negerinya. Memenangkan kebenaran bukan cuma soal memenangkan argumen. #Berpendapat
- Memenangkan kebenaran adalah soal memenangkan hati. Dan hati, -tak seperti akal-, tak bisa takluk pada argumen semata-mata. #Berpendapat
- Hati tunduk oleh akhlaq mulia. Jika hati sudah jatuh cinta pada pekerti, tak diberi hujjahpun dia kan cari dalilnya sendiri #Berpendapat
- Sebab itulah Nabi jaminkan rumah di surga justru bagi mereka yang ‘mengesampingkan’ kebenaran, demi harmoni & akhlaq mulia. #Berpendapat
- “Kujaminkan sebuah rumah di surga bagian bawah bagi yang menahan diri dari berbantah, meski di pihak benar.” (HR Abu Dawud) #Berpendapat
- Tersampaikannya kebenaran sekedar jadi prioritas selanjutnya jika disanding upaya menaklukkan hati dengan berakhlaq mulia. #Berpendapat
- Bukannya kebenaran itu ditutupi. Ia hanya ditahan sejenak untuk disampaikan dengan cara yang indah & di waktu nan tepat. #Berpendapat
- Maka tugas seorang beriman adalah mengatakan yang baik (benar isinya, indah caranya, tepat waktunya); atau diamlah dulu. #Berpendapat
- Kita didengarkan bukan sebab suara keras. Kita didengarkan, ditaati, & berpengaruh, sebab hati mitra bicara siap menerima. #Berpendapat
- Proses termudah membuat hati mitra bicara siap mendengarkan ialah dengan hikmah: kebermanfaatan kita yang dirasakan olehnya #Berpendapat
- Itu luas sekali. Makna “da’wah”, salah-1-nya ialah undangan makan. Maka ia itu kebermanfaatan dalam ukuran lahir & batin. #Berpendapat
- Abu Bakr menyerahkan 40.000 dirham (lk Rp 1,8M) pada Nabi di hari pertamanya masuk Islam. Itu untuk proyek sosial da’wah. #Berpendapat
- Begitulah; kelayakan didengar dalam #berpendapat juga sangat ditentukan oleh kebermanfaatannya; spiritual, intelektual, maupun material.
- Al Walid ibn Al Mughirah si penentang Quran, dihinakan Allah di QS Al Balad dengan diperbandingkan pada Nabi nan penuh amal #Berpendapat
- Seolah dikatakan, Al Walid didengar hanya semata karena dia pemuka. Sementara Nabi menempuh ‘jalan yang mendaki lagi sukar’ #Berpendapat
- Itulah ‘aqabah: membebas budak, memberi makan di hari sulit untuk yatim & melarat. Lalu menyeru dengan sabar & penuh kasih. #Berpendapat
- Maka sempurnalah syarat bagi Nabi untuk -seharusnya- didengar. Pertama: reputasi. Dia Al Amin, terpercaya tak pernah dusta. #Berpendapat
- Kedua, kebermanfaatan: dia penyantun bagi semua nan terpinggir, penjalin harmoni silaturrahim, & dia amanah jalankan usaha. #Berpendapat
- Ketiga; dia kedepankan akhlaq mulia bawakan bimbingan: kesabaran & kasih sayang. Tapi ternyata, beliaupun masih ditentang. #Berpendapat
- Maka bagaimana bisa kita.. T_T ..yang tak miliki ketiga hal itu berharap selalu didengar & ditaati kalau #berpendapat? Rabbighfir lii..
- Hal pertama dari Sang Nabi, sungguh berat dimiliki. Maka nan berlapang harta & jiwa, upayakan miliki nan kedua juga ketiga. #Berpendapat
- Jika hal ke-2 Sang Nabi (kebermanfaatan material) juga sulit sebab terbentur kondisi, mutlaklah kita punya nan ke-3: akhlaq #Berpendapat
- Jadikan santun sebagai pengindah kebenaran. Sebab, yang benar tapi tak santun melunturkan hormat khalayak pada kebenaran. #Berpendapat
- Perkuat kebenaran dengan kecerdasan. Tak semua yang sesat harus ditanggapi, jika justru membuatnya bangga dalam kebebalan. #Berpendapat
- Maaf jika ini kasar: tapi kadangkala, lisan kita memang terlalu mulia untuk bicarakan orang atau hal tertentu. Jagalah itu. #Berpendapat
- Percantik kebenaran dengan kerendahan hati. Sebab sombong setitikpun bagai nila; merusak kebenaran yang bak susu sebelanga. #Berpendapat
- Tugas kita adalah sampaikan kebenaran. Bukan membuat kebenaran itu terhina sebab cara nan tak indah & waktu yang tak tepat. #Berpendapat
- Perhatikan kebaikan yang mengintip. Terpesonalah pada kebajikan yang kadang tersembul sedikit & malu-malu. Tumbuhkanlah. #Berpendapat
- Mari mengingat sejenak kisah pembunuh 99 nyawa dari Bani Israil itu. Apa yang menjadikannya membunuh untuk ke-100 kalinya? #Berpendapat
- Rahib ahli ibadah yang ditanya “Telah kuhabisi 99 jiwa, mungkinkah taubatku diterima?”, agaknya tercekam oleh kata ‘bunuh’. #Berpendapat
- Dalam ilmunya yang terbatas, yang dia tahu Taurat menegaskan membunuh satu jiwa sama dengan membinasakan seluruh kehidupan. #Berpendapat
- Baginya, membunuh semut saja berdosa, apalagi merampas 99 nyawa manusia. Maka cekaman itu melalaikannya dari kata “taubat”. #Berpendapat
- Padahal “taubat” itulah kebaikan nan mengintip samar, harus dikenali & dihargai. Gagal menangkapnya melahirkan tragika. #Berpendapat
- Tewaslah sang ‘abid sebagai korban ke-100. Lalu jumpalah si pembunuh dengan ‘Alim yang tersenyum, memuji, membesarkan hati. #Berpendapat
- Seberkas senyum kecil & pujian sederhana, bisa membuat jiwa rapuh kembali percaya bahwa dia berhak & layak berbuat baik. #Berpendapat
- Begitulah sang pembawa cahaya & sang penuntun ke surga memulai bimbingannya; penghargaan, ketulusan, & arahan penuh cinta. #Berpendapat
- Bahkan si Badui yang mengencingi Masjid itupun dilihat Sang Rasul sebagai bibit kebaikan yang tak layak dicela & disakiti. #Berpendapat
- Banyak orang bermaksud baik di sekitar kita. Kadang kita terlanjur menyangkanya buruk sebab kasar, jahil, dan tak beradab. #Berpendapat
- Banyak juga orang yang sebenarnya merasa sakit saat menista. Hanya saja luka di dalam jiwanya telanjur menguarkan dendam. #Berpendapat
- Ada sebagian penista kebenaran, awalnya sebab terluka oleh orang shalih. Lalu syaithan & kejahatan berbaikhati pada mereka. #Berpendapat
- Luka itu makin menganga. Kita ingat pesan Nabi, “Janganlah kalian membantu syaithan atas saudaramu!” Jadilah penuh kasih. #Berpendapat
- Ahli kebenaran, berbaik hatilah;) Sebab kita lebih berhak untuk lakukan semua itu dibanding kejahatan yang merusak mereka. #Berpendapat
- Mari beradu hujjah dan #berpendapat senantiasa dalam santun akhlaq & kata mulia. Sebab di jiwa ini, kita tak punya yang hina-hina;)
- Juga jangan henti mendoakan tiap yang terlalu; jiwa yang lara & gelap sangat menantikannya. Kita meneladani Nabi atas itu;) #Berpendapat
- Demikianlah #berpendapat. Dan ini semua pun hanya pendapat. Moga berkenan ya Shalih(in+at), mohon masukan selalu atas yang tersilap;)
Ulul Albab
Tweets by : @salimafillah
- #UlulAlbab beriman kepada Allah. Dalam iman itu, mereka takut akan ‘adzab Allah yang menimpa kaum pendurhaka. (QS 65: 8-10)
- Bagi #UlulAlbab, rasa takut itu menjaga mereka agar tak jatuh dalam murkaNya. Al Quran turun, senantiasa menjadi pengingat bagi mereka.
- #UlulAlbab bersemangat menyimak sejarah & kisah masa lalu. Mereka menjadikannya pelajaran penting bagi hari-hari di hadapan. (QS 12: 111)
- Cerita sejati nan diambil ‘ibrahnya oleh #UlulAlbab; membenarkan hikmah terdahulu, menjelaskan segala sesuatu, menjadi petunjuk & rahmat.
- Maka #UlulAlbab selalu menemukan jalan mulia di tiap sempit musibah yang menekuknya maupun kelapangan nikmat yang mengulur jangkauannya.
- #UlulAlbab belajar dari Adam & Hawa; dari kecemerlangannya, ketergelincirannya, taubatnya, & hari-hari awalnya di bumi yang tak mudah.
- #UlulAlbab belajar dari Nuh, Hud, Shalih, & Luth; keteguhannya, pengabdiannya, da’wah siang malamnya, cintanya, tangisnya, kepasrahannya.
- #UlulAlbab belajar dari Ibrahim-Ismail-Ishaq-Hajar-Sarah; ketabahannya, ujian dahsyatnya, kebapakannya, kemanusiannya, penataan cintanya.
- #UlulAlbab belajar kuasa & kekayaan di jalan raya Sulaiman, belajar sempit & sakit di pematang-pematang Ayyub. Belajar gagal pada Yunus.
- Pada Yusuf #UlulAlbab belajar didengki sebab punya banyak kelebihan, digoda sebab memiliki keunggulan, rela dipenjara tuk jaga kesucian.
- Pada Asiyah #UlulAlbab belajar pertahankan iman di sisi kedurjanaan, pada Maryam ia dapati jaga kesucian buahkan nikmat sekaligus ujian.
- #UlulAlbab belajar dari Ya’qub tentang keayahan, dari Yusuf memaafkan, dari Musa kepemimpinan yang pelik; musuh jumawa-anak buah degil.
- #UlulAlbab ambil ‘ibrah dari semua bentang kisah & sejarah, melangkah dalam hidayah, menuju arah yang cerah, meski kadang rasa gerah.
- #UlulAlbab itu ahli dzikir & ahli tafakkur. Penciptaan langit bumi & silih bergantinya siang-malam membuatnya merenung. (QS 3: 190-191)
- Dalam berdiri, duduk, maupun berbaringnya, #UlulAlbab tak lepas dari asma Sang Pencipta, menggetar hatinya, mengalun pada alir darahnya.
- Jernih fikir sang #UlulAlbab tentang segala ciptaanNya; tiada yang sia-sia sebab dibaca dalam namaNya, didayaguna tuk maslahat semesta.
- #UlulAlbab adalah juga dia yang terus berburu tuk beroleh karunia nan baik, banyak & berharga dari sisi Allah, yakni hikmah. (QS 2: 269)
- Hikmah itu membuat #UlulAlbab memahami jalan kebenaran, arah ke keridhaan, langkah penuh bimbingan, Quran & Sunnah yang jadi pegangan.
- #UlulAlbab ialah jua mereka yang mendalam ilmunya, hingga tahu batas memahami dalam iman, tak memaksakan diri, tak menghakimi. (QS 3: 7)
- Saat orang yang dalam hatinya ada kecenderungan sesat merumit-rumitkan ayat mutasyabihaat, #UlulAlbab sadar mengaku keterbatasan ilmu.
- Dalam iman #UlulAlbab mengerti, semua adalah kata-kata Tuhan yang mulia, penuh tawadhu’ dia mohon tambahan pemahaman & kekuatan beramal.
- #UlulAlbab itu mereka yang selalu memperkokoh pemahaman tauhidnya; bahwa Ilah-nya itu Allah yang Satu, tiada putra & sekutu. (QS 14: 52)
- #UlulAlbab memahami Quran sebagai penjelasan sempurna yang menerangi, peringatan paripurna yang menjaga diri, & tauhid tanpa kompromi.
- #UlulAlbab itu beruntung; diselamatkan Allah dari sengkarutnya yang baik-suci dengan yang kotor-keji; berkat taqwa terjaga. (QS 5: 100)
- #UlulAlbab tahu; tidaklah sama antara yang thayyib <baik lagi suci>, dengan yang khabits <kotor lagi keji>, meskipun banyaknya memukau.
- #UlulAlbab menjaga taqwanya, maka Allah karuniakan furqan; pembeda yang haq dari bathil, yang suci dari nista, yang terpuji dari cela.
- #UlulAlbab sungguh tekun menyimak warta-warta & apa yang dikatakan sesama, namun memilih tuk hanya ikuti yang terbaiknya. (QS 39: 18)
- Sungguh sabar sang #UlulAlbab menerima pengajaran yang mungkin berulangkali dia dengar, keluhan membosankan, atau olok-olok menyakitkan.
- Tapi dalam yang didengarkan, si #UlulAlbab adalah tuan yang berkemuliaan; tak izinkan dirinya merasa jadi korban, rugi, atau terhinakan.
- Sang #UlulAlbab memahami semua orang & kejadian sebagai pelajaran; diikutinya kalimat baik walau berat, dijalaninya nasehat walau pahit.
- Berulangkali #UlulAlbab dipuji sebagai yang berilmu & berhikmat; tapi apa ‘amalan khasnya? Ternyata mereka suka shalat malam. (QS 39: 9)
- #UlulAlbab ialah dia yang sujud & berdiri di malam hari dengan geresau takut akan murkaNya, gerisik rindu pada rahmatNya, & getar cinta.
- Sementara sekian dulu ya Shalih(in+at) tentang #UlulAlbab, semoga Allah masukkan kita termasuk golongan mulia itu, sekarang & selamanya;)
JIHAD
Tweets by : @salimafillah
- #Jihad berakarkan ‘al juhdu’; kesungguhan yang dikerahkan hingga batas kepayahan. Pada orang demikian; pertolongan Allah dekat & datang.
- Pada kesempatan ini izinkan Salim batasi bahasannya pada; Apa Saja nan Termasuk Ruang Lingkup #Jihad; rasam diambil dari Ibn Al Qayyim.
- Dalam Madarijus Salikiin, beliau golongkan #Jihad berdasarkan ‘lawan yang harus dihadapi’. Salim akan urai dengan tambahan keterangannya.
- #Jihad-un Nafs, Jihadusy Syaithan, Jihadu Ahlil Ma’ashi wal Bida’ <ahli maksiat & bid’ah>, Jihadu Ahlil Kufri wasy Syirki <kafir&musyrik>
- Jihadun Nafs (#Jihad terhadap diri) adalah bagian yang mendasar & pokok dari pembagian jihad oleh Ibn Al Qayyim ini. Terdiri atas 5 poin.
- Ke-5 #Jihad-an Nafs: mengimani Al Huda & Dinul Haq (QS 61: 9), mengilmuinya, mengamalkannya, menda’wahkannya, & bersabar dalam ke-4-nya.
- Beriman adalah #Jihad. Iman kadang adalah mata yang terbuka, mendahului datangnya cahaya; ia keyakinan hati yang menyusur jalan bukti.
- Berilmu adalah #Jihad. Sebab ia menghajatkan kesungguhan mengerahkan waktu, tenaga, fikiran, harta, & kesabaran untuk berpayah memahami.
- Beramal adalah #Jihad. Sebab setiap ilmu mengejar-ngejar jiwa & raga yang kadang disergap lelah & malas agar ianya diamalkan, dibaktikan.
- Berdakwah adalah #Jihad. Sebab menyampaikan ilmu, membawakan kebenaran, memerintahkan yang baik, mencegah yang munkar; membawa bahaya.
- Bersabar dalam mengimani, mengilmui, mengamalkan, & mendakwahkan adalah #Jihad; sebab ke-4 hal itu hanya bisa ditanggung jiwa nan kokoh.
- Bersabar mengimani adalah #Jihad. Saking beratnya kadang harus memejam mata. Seperti Muhammad di Badr. Seperti Ibrahim sembelih putra.
- Bersabar mengilmui adalah #Jihad. Seperti Sulaiman memahamkan Dawud, Al Bukhari kembarai ratusan negeri, Asy Syafi’i menjaga hafalan.
- Bersabar mengamalkan itu #Jihad. Seperti ‘Abdullah ibn ‘Amr puasa Dawud sampai akhir hayat, Sa’id ibn Al Musayyab selalu QL 50 tahun.
- Bersabar mendakwahkan itu #Jihad. Seperti Mush’ab taklukkan Madinah, Ibnul Jauzy islamkan 30.000 pagan, Fadlan Garamatan jelajahi Papua.
- Selanjutnya Jihadusy Syaithan; #Jihad melawan syaithan. Ini ada 2 poin, yakni melawan syubhat (rancu fikiran) & syahwat (hawa nafsu).
- Melawan syubhat itu #Jihad. Imam Ahmad menentang faham ‘ke-mahkluq-an Al Quran’; sebab ia berujung ‘kalau makhluq bisa salah bisa benar’
- Melawan syubhat itu #Jihad. Contoh: soal bangkai, kata Al ‘Ash ibn Wail; “Yang dibunuh sendiri halal, kok yang dibunuh Allah haram?”
- Melawan syubhat itu #Jihad. Kata Al Walid ibn Mughirah, “Quran adalah sihir nan dipelajari”. Sampai kini belum ada argumen secerdas dia.
- Melawan syubhat itu #Jihad. Hingga kini penerus jejak syubhat terus ada. Penyesatan logika adalah cara merusak ‘aqidah yang efektif.
- Melawan syahwat adalah #Jihad. Seperti Yusuf berlari dari goda jelita, seperti Al Miski melumurkan kotoran ke tubuhnya saat diajak zina.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Menyegerakan menikah; berlari dari yang haram & keji menuju yang halal lagi suci perlu keberanian tinggi.
- Mengendalikan syahwat itu #Jihad. Cinta ialah ujian yang menghanyutkan. Bahkan zina -dosa besarnya- kadang masih bisa membuat orang iba.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sebab di dunia maya; berpindah dari keshalihan menuju dosa nista bisa dilakukan hanya dengan satu klik saja.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sebab ujiannya berkelindan & rumit; wanita, harta, tahta berpadu; lalu didayaguna syaithan habis-habisan.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sebab harta & kenikmatan dunia itu memabukkan, menagihcandukan & tak memberi puas seberapapun banyaknya.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Sulaiman memang hebat; berkuasa atas manusia, jin, hewan, & angin tapi tak dimabukkan sombong & bangga hati.
- Melawan syahwat itu #Jihad. Fir’aun tak sekuasa Sulaiman; hanya Nil, Mesir & Bani Israil; tapi dia tak tahan tuk berkata, “Aku Tuhan!”
- Selanjutnya adalah Jihadu Ahlil Ma’ashi wal Bida’; #Jihad untuk tundukkan ahli kemunkaran, kemaksiatan, & bid’ah-bid’ah yang merusak.
- #Jihad ini ditegakkan pertama-tama dengan tangan; kekuatan, kekuasaan, kewenangan, pengaruh; jika kita memiliki kemampuan untuk itu.
- #Jihad tangan ini misalnya dalam bentuk penegakan aturan yang melindungi masyarakat dari bahaya kemunkaran yang akal sehatpun sepakat.
- #Jihad tangan meliputi penggunaan segala kewenangan; eksekutif, legislatif, yudikatif; dalam kerangka hukum berlaku tuk jaga maslahat.
- Jika ahli kebaikan belum memiliki tangan, maka tingkatan selanjutnya harus diambil: #Jihad Lisan. Cegah keburukan dengan hujjah terbaik.
- Sampaikan pendapat dengan cerdas, santun, mengena (ingat lagi #KulTwit #Berpendapat kemarin ya Shalih(in+at). Ia bisa jadi #Jihad utama.
- #Jihad Lisan bertingkat-tingkat sesuai kapasitas, kapabilitas, & kredibilitas kita. Tokoh memiliki beban yang lebih suarakan kebenaran.
- Jika yang dihadapi ialah kuasa yang lebih besar; menasehati dalam sunyi tetap utama. Jika tak mempan, nasehat publik jadi pilihan #Jihad
- “Seutama-utama #Jihad adalah kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang zhalim-menyimpang.” (HR Abu Dawud)
- Jika #Jihad Lisan juga tak kita mampu; ambil pilihan terrendah; dengan hati. Mengingkari-tak menikmati itu perlawanan terakhir-terlemah.
- Berikutnya Jihadu Ahlil Kufri wasy Syirki, #Jihad melawan kekafiran & kemusyrikan. KIta akan lihat betapa agungnya Islam di bahasan ini.
- Kalau #Jihad melawan kemunkaran & maksiat berurut keras ke lemah (tangan-lisan-hati); kekufuran & kemusyrikan justru beralur sebaliknya
- Sebab, #Jihad melawan kemunkaran & maksiat sejalan dengan logika umum bahwa keduanya merusak. Sebaliknya, kufur & syirik soal sensitif.
- Keyakinan agama apapun dihormati Islam. Tulis Al Qaradlawy: Perang & #Jihad Nabi bukan karena lawannya kafir, tapi sebab mereka zhalim.
- Maka #Jihad di bagian ke-4 ini dibagi 4 tingkatan urut oleh Ibn Al Qayyim berdasar sarana; doa-hati, bayan-penjelasan, tombak, pedang.
- #Jihad melawan kekafiran & kemusyrikan pertama-tama ialah dengan doa; seperti Nabi doakan Umar ibn Al Khaththab & Abu Jahl ibn Hisyam.
- Nabi doakan agar Umar diberi hidayah oleh Allah hingga diijabah tahun ke-6 Nubuwwah>< Sementara Abu Jahl, sebelum diperangi.. #Jihad
- di Badr -itupun dia yang menyerang- didoakan khusus 6 th, didoakan umum 7 th, diharapkan 2 th, & hari H masih diseru pada Islam #Jihad
- Jadi kita nan hendak ber #Jihad melawan kekufuran & kemusyrikan, sudahkah sebut nama Obama, Hu, Sarkozy, Merkel, Brown dst dalam doa?
- Sebab itulah yang dituntunkan Nabi kita. #Jihad harus dimulai dengan cinta; berharap mereka nan menentang tetap berhak atas kasihNya.
- Setelah doa, #Jihad selanjutnya adalah dengan bayan; penjelasan, lisan, kaset, VCD, film, tulisan, buku, diskusi, konferensi, debat dll.
- Sebab RasuluLlah diutus pada seru sekalian alam; tiap ummat & segala bangsa berhak mendapatkan penjelasan tentang apa itu Islam. #Jihad
- Jadilah pewarisnya nan bukan hanya membawakan pesan; namun juga akhlaq & santunnya dalam bicara; cinta & kasihnya dalam memberi. #Jihad
- Setelah itu, jika ada kekuatan-kekuatan yang coba halangi manusia dari kebenaran & merintangi suburnya kebajikan; siapkan tombak. #Jihad
- Apa itu tombak? Mengapa di urut 3? Apa bedanya ia dengan pedang yang ada di urut ke-4 dalam poin #Jihad melawan kekufuran ini?
- Tombak adalah senjata yang menggertak, senjata yang hadirkan rasa takut musuh. Jika mereka tak macam-macam, tak perlu ditusukkan. #Jihad
- Qiyas yang hendak disampaikan Ibn Al Qayyim adalah; #Jihad dengan kekuatan awal-awalnya cukup dengan memberi takut pada kejahatan.
- Islam tak bertujuan menghancurkan; ia pembangun bukan perusak. Cukupah jika kejahatan tenggelam dalam gentar, tak membahayakan. #Jihad
- Barulah kalau kejahatan itu benar-benar mengancam kemanusiaan, kebajikan, kebenaran; menantang duel, kita siapkan #Jihad puncak: Pedang.
- Barulah kalau kuasa kejahatan itu melakukan tindakan perusakan di muka bumi, #Jihad mengayunkan pedangnya menyelamatkan kemanusiaan.
- Itulah 4 pembagian #Jihad menurut Ibn Al Qayyim yang terjelaskan dalam 14 (5+2+3+4) sub bahasan. Seberapa banyak peran kita ambil & …
- .seberapa payah kita berjuang menentukan kemuliaan kita di sisiNya. Selamat ber #Jihad Tweeps Shalih(in+at). Maafkan nan tak berkenan;)
Dalam Dekapan Ukhuwah
Tweets by : @salimafillah
- Sebaik-baik istana adalah yang mendekatkan pemimpin kepada rakyatnya. Seburuk-buruknya, ialah yang menjauhkan antar mereka. #DDU
- Sa’d ibn Abi Waqqash nan mulia diangkat jadi Gubernur Kufah. Sang penakluk Persia memimpin wilayah berwargakan orang yang mendendamnya. #DDU
- Maka hari-hari sang Gubernur dibisingkan derau kebengalan rakyatnya. Mereka sukar dipuaskan, tak henti membuat onar. Sa’d tak tahan. #DDU
- Maka didirikanlah kompleks kantor Gubernur Kufah; berbenteng tinggi & dijaga ketat. Sa’d tak ingin tugas administratifnya terganggu. #DDU
- Lelaki shalih & bertaqwa yang mustajab doanya itu kini lebih tenang mengatur jalannya pemerintahan Kufah dari balik kantor megahnya. #DDU
- Tapi di luar sana, rakyat kian gelisah. Dan keresahan khalayak itu dirasakan sang pemimpin agung yang merakyat; ‘Umar, Amirul Mukminin. #DDU
- Suatu hari diterbitkannya 2 surat perintah Khalifah. Yang satu untuk Sa’d; satu lagi untuk yang diutus mengantar: Abu Musa Al Asy’ari. #DDU
- Abu Musa yang membaca surat untuknya di tengah perjalanan Madinah-Kufah ternganga. Bunyinya; Robohkan benteng Sa’d, bakar istananya! #DDU
- Tapi itu tugas; dan Abu Musa melaksanakannya dengan memberi penjelasan pada rakyat nan bersorak-sorai sementara Sa’d tertunduk taat. #DDU
- Surat perintah ‘Umar diberikan pada Sa’d yabg menerimanya penuh ta’zhim. Bunyinya: Dengarkan rakyatmu, betapapun tak sukanya engkau! #DDU
- Apakah provinsi Kufah & super-state Madinah di bawah ‘Umar ketika itu miskin sehingga ‘Istana Sa’d’ dianggap melukai perasaan rakyat? #DDU
- Jawabnya: tidak. Justru di bawah kaki Panglima Sa’d, Persia baru saja jatuh & mempersembahkan bertumpuk kekayaan bagi kaum muslimin. #DDU
- Ibn Katsir mencatat, saat Kisra lari, uang tunai pribadi yang TAK SEMPAT TERBAWA mencapai 3.000.000.000.000 dinar (1 dinar: Rp 1,75 Jt) #DDU
- Ada mahkota nan disangga 3 rantai; tahta & kursi-kursi menteri yang terbuat dari emas bertabur permata, aneka perhiasan, & permadani. #DDU
- Semua kekayaan dengan jumlah tak terbayangkan oleh kaum muslimin itu membanjiri Madinah & dibagi dengan adil oleh ‘Umar yang berlinang. #DDU
- Dalam keadaan negara semakmur itu, sebenarnya Istana Sa’d <apalagi ini Sa’d; berjasa besar memakmurkan negara>; sungguhlah wajar saja. #DDU
- Tapi ‘Umar ingin menunjukkan & dia memberi teladan: kinerja tak tergantung fasilitas. Apalagi jika fasilitas itu menghalangi kedekatan. #DDU
- Mendengarkan orang yang dipimpin adalah asas utama kepemimpinan Islam. Itu yang hendak ditegakkan ‘Umar dengan membakar Istana Sa’d. #DDU
- Bagi ‘Umar: Kedekatan dengan rakyat bisa terlukai oleh hal-hal yang dianggap kecil oleh para pejabat. Bahkanpun jika atas nama kinerja. #DDU
- Apatah lagi jika semata gaya hidup. Kata ‘Ali; bermewahnya wirausahawan masih mungkin menginspirasi, bermewahnya pejabat pasti melukai. #DDU
- Maafkan ya Shalih(in+at); ini tadi hanya pagi Jumat yang diisi mengingatkan diri atas amanah-amanah nan telah & mungkin kelak teremban. #DDU
- Ini bukan tuk Anggota Dewan. Tiada nan lebih tertuntut mengambil pelajaran selain yang me-ricaukan & Shalih(in+at) semua bila berkenan. #DDU
- Jadi, mari lakukan saja yang dibisa sejauh jangkauan. Yuk dekatkan diri & dengarkan yang kita pimpin; isteri, anak, pembantu, karyawan. #DDU
- Soal yang tak terjangkau; mari berdoa & bernyanyi. “Contoh gemilang dari masa dahulu, kami menyimak dengam penuh rindu..” #NowPlaying #Bimbo
- “Akankah pada ini zaman, berulang jadi teladan..” #NowPlaying #Bimbo. Jika bukan zaman ini, moga kita bisa menjawabnya di zaman nanti. #DDU
RUHANI
Tweets by : @salimafillah
- Mari takjubi kisah para Shalihin. Pada ilmu & daya #ruhani mereka terkandung cahaya Allah. Maka bahkan ejekannya pun jadi jalan hidayah.
- Seperti kisah Ibn Hajar Al ‘Asqalani; penulis Fathul Bari yang termasyhur itu, ketika suatu hari melintas dengan kereta mewahnya.#Ruhani
- Beliau dicegat oleh seorang Yahudi penjual minyak ter. Penampilan keduanya bertolak belakang. Ibnu Hajar tampak anggun & megah. #Ruhani
- Sementara Yahudi penjual minyak ter itu dekil, compang-camping, berbau busuk, & kumal. Dicegatnya Ibnu Hajar lalu dia bertanya. #Ruhani
- “Nabimu mengatakan bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin & surganya orang kafir <HR Muslim>, benarkah demikian?”, ujarnya. #Ruhani
- “Betul, demikianlah sabda beliau SAW”, sahut Ibnu Hajar tersenyum. “Kalau begitu akulah mukmin & kamu kafir!”, hardik si Yahudi. #Ruhani
- “Oh”, sahut Ibnu Hajar sembari tersenyum lagi, “Mengapa bisa demikian hai Ahli Kitab yang malang?” Jawab si Yahudi, “Coba lihat..#Ruhani
- …aku hidup dalam susah dan nestapa sebagai penjual minyak ter, maka aku merasa terpenjara, maka aku mukmin. Sementara kamu… #Ruhani
- .hidup mewah dan megah, maka kamu seperti di surga, sehingga sesuai hadits tadi, kamu adalah orang kafir.” Ibnu Hajar menyimak. #Ruhani
- Setelah tersenyum lagi, beliau berkata, “Sudikah jika aku jelaskan padamu makna yang benar dari hadits itu duhai cucu Israil?” #Ruhani
- “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin seperti diriku, sebab segala kemewahan yang kunikmati sekarang, tak ada apa-apanya… #Ruhani
- ..dibandingkan apa yang Allah sediakan untuk kami di surga. Dalam kemewahan ini, kami menanti nikmat yang jauh lebih berlipat.” #Ruhani
- “Maka hakikatnya, dunia ini penjara buat kami. Sementara kau, di dunia memang payah & menderita, tapi semua nestapamu itu… #Ruhani
- .tiada artinya dibanding apa yang Allah sediakan bagimu kelak di neraka. Duniamu yang menyiksa itu, sungguh adalah surga… #Ruhani
- tempatmu masih bisa tersenyum, makan, & minum; menanti siksa abadi kelak di neraka sejati.” Yahudi penjual ter itu ternganga. #Ruhani
- Lalu dengan mata berkaca-kaca, dia berkata lirih, “Asyhadu anlaa Ilaaha illaLlaah, wa asyhadu anna Muhammmadan RasulaLlah..” #Ruhani
- Segera, tanpa memedulikan pakaiannya yang mungkin terkotori, Ibnu Hajar memeluk si penjual minyak ter yang kini telah berislam. #Ruhani
- “Selamat datang! Selamat datang saudaraku! Selamat atas hidayah Allah padamu, pujian hanya milikNya!” Mereka berrangkulan erat. #Ruhani
- Hari itu, si penjual minyak ter dibawa Ibnu Hajar ke rumahnya, dididik, & akhirnya menjadi salah seorang muridnya yang utama. #Ruhani
- Begitulah kekuatan ilmu & #ruhani yang tersambung ke langit suci. Orang Shalih itu mengilhami, bahkan ‘ejekan’nya, jadi jalan hidayah:)
DOA (2)
Tweets by : @salimafillah
- Dalam Al Hikam, Ibn ‘Athaillah As Sakandari mengisahkan sebuah#doa yang diijabah Allah; tetapi sang pendoa yang justru tak siap akannya.
- Seorang ahli ‘ibadah ber #doa memohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja, & sehingga dengannya, dia..
- dapat dengan tekun beribadah kepada Allah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga. #doa
- Maka Allah pun mengabulkan #doa-nya. Dengan cara yang tak terduga. Tiba-tiba dia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.
- Allah takdirkan bahwa di penjara dia diransum 2 potong roti; 1 di pagi, 1 di petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. #doa
- Tapi apa yang dilakukan sang ‘abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa. Masuk penjara begitu menyakitkan & penuh duka. #doa
- Dia tak sadar, bahwa masuk penjara adalah bagian dari terkabulnya #doa yang dipanjatkan sepenuh hati. Rasa nestapa menutup keinsyafannya.
- Apa pelajaran yang kita ambil dari kisah #doa sang ‘Abid ini? WaLlaahu a’lam bish shawaab. Pertama: hati-hatilah dalam berdoa & meminta.
- Sungguh boleh meminta apapun, memohon serinci bagaimanapun, dengan ucapan & bahasa terserah kita. Tapi #doayang baik tetap ada adabnya.
- Di antara #doa terbaik telah Allah ajarkan dengan firmanNya, atau tersebut dalam kisah tentang hambaNya yang shalih dalam Al Quran..
- #Doa terbaik juga telah diajarkan oleh Nabi SAW melalui sabdanya, atau melalui apa yang terkisah dalam perjalanan hidupnya nan mulia
- Maka ber #doa dengan apa yang telah mereka tuntunkan adalah lebih utama, mengungguli segala bentuk doa apapun selainnya.
- Pelajaran selanjutnya; Allah lebih tahu dibanding kita tentang apa yang terbaik bagi kita. Maka mintalah yang terbaik dari Allah. #doa
- Setiap pengabulan #doa selalu diikuti konsekuensinya. Maka jika kita meminta yang terbaik, semoga Allah bimbing juga tuk menghadapinya.
- Dan karena pengabulan #doa diikuti konsekuensi; meminta ‘hasil’ biasanya melahirkan kebuntuan; tapi meminta ‘sarana’ membuka jalan baru.
- Ber #doa minta karunia yang hiasi jiwa; keimanan, kesabaran berlipat, kemampuan bersyukur dll; lebih indah daripada meminta benda-benda.
- Dan kitapun ingat; sebab Allah Maha Tahu; #doa bukanlah cara memberitahuNya akan apa yang kita butuhkan. Doa itu bincang mesra padaNya.
- Maka teruslah berbincang mesra; hingga bukan hanya isi doanya, melainkan berdoa itu sendirilah yang menjadi kebutuhan & deru jiwa kita.
- Selamat berdoa ya Shalih(in+at), #doa dengan sebaik-baik adab, seindah-indah pinta, semesra-mesra suasana, setunduk-tunduk jiwa:)
- Bincang #doa ini diilhami oleh Gurunda @sholzerotohero, penulis buku #ZeroToHero, di perjalanan tadi. Follow beliau ya Shalih(in+at;)
- Pelajaran lain dari kisah #doa si ‘Abid; seringkali banyak pinta kita telah dikabulNya, tapi kita terhijab darinya. Hijab itu tersebab..
- masih adanya prasangka buruk pada Allah, kurangnya syukur, & ketidaktepatan #doa yang lahirkan ketaksiapan hadapi paket
DOA
Tweets by : @salimafillah
- Suatu hari, Sa’d ibn Abi Waqqash bersiaga menjagai Nabi SAW dengan sepenuh kewaspadaan, gigih menahan lelah, kantuk, & dingin malam. #Doa
- Sa’d, sang pemanah ulung yang dalam 100 bidikan tiada satupun meleset itu tadinya mendengar gumam Sang Nabi, “Adakah lelaki Shalih.. #Doa
- yang malam ini kan menjaga kami?” Bergegaslah dia sedia. Kisah tentang suara gemuruh di ujung Madinah, kegesitan Sa’d, & lebih… #Doa
- .trengginasnya Nabi yang mendahului memeriksa & justru menenangkan penjaganya, telah kita kenal. Lalu malam itu, Sa’d menyiapkan.. #Doa
- …air wudhu RasuluLlah & keperluan shalatnya. Welas asih Sang Nabi memandangnya lalu bersabda, “Mintalah sesuatu padaku hai Sa’d… #Doa
- ..aku akan memintakannya pada Allah untukmu.” Maka Sa’d santun menjawab, “Mintakanlah pada Allah, ya RasulaLlah, agar #Doa ku mustajab!”
- Nabi tersenyum mendengar pinta yang sungguh cerdas itu. Lalu beliau bersabda, “Bantulah aku hai Sa’d, dengan memperbaiki makananmu.” #Doa
- Apa hubungan antara perbaikan makanan dengan mustajabnya #Doa? Sungguh agung sekali Islam, yang kesucian menjadi salah satu asasnya. #Doa
- Satu hari, RasuluLlah baca di hadapan sahabat 2 ayat; yakni QS 23: 51 & QS 2: 168 yang memerintahkan para Rasul hingga semua insan.. #Doa
- ..memakan rizqi Allah yang halal & baik. Beliau SAW kemudian bercerita tentang seorang musafir di padang pasir, yang berpuasa… #Doa
- .yang bekalnya dicuri kawan, & tersesat dalam perjalanan; lalu dia mengangkat tangannya ke langit untuk ber #doa, “Ya Rabb! Ya Rabb!”
- “Tetapi bagaimana mungkin akan dikabulkan”, ujar Nabi mengomentari, “Sementara yang dimakannya haram, yang dikenakannya pun haram.” #Doa
- Orang yang disebut dalam kisah, memiliki 4 keutamaan yang menjamin #doa nya terkabul: 1)musafir 2)puasa 3)dizhalimi 4)mengangkat tangan.
- Tapi perkara haram yang melekati tubuh, telah menghalangi sampainya #doa itu ke sisi Allah SWT. Sesungguhnya Allah itu Thayyib, Dia…
- .tidak menerima kecuali yang Thayyib (halal, suci, & baik). Tertolaknya #doa, boleh jadi sebab adanya hal haram yang tumbuh di tubuh.
- Dalam rangkaian ayat-ayat tentang puasa (QS 2: 183-187), kita menemukan ayat 186 yang bicara tentang #doa. Sebab puasa sebagai ibadah.
- .erat kaitannya dengan pembersihan lahiriah & penjagaan perut dari mengasup -bukan cuma yang syubhat, apalagi haram- melainkan… #Doa
- .bahkan yang halal sejak terbit fajar hingga terbenam mentari. Maka puasa adalah taqwa; jika yang halal saja bisa kita hindari… #Doa
- demi menggapai ridhaNya, nanti di luar puasa hal yang syubhat & haram harusnya bisa dijauhi. Bersihnya saluran pencernaan dari…#Doa
- .hal-hal yang haram, menjadi garansi sampainya sinyal-sinyal #doa kita pada Allah nan di atas ‘Arsy. Setelah itu terserah padaNya..
- .dalam bentuk apa Dia akan menjawab #doa-doa kita; boleh jadi sesuai yang kita minta, atau dihindarkan dari petaka, atau diberi yang..
- ..jauh lebih baik darinya, atau ditunda sampai tiba saat terbaik menurutNya, atau disimpan sebagai kejutan karunia kelak di surga. #Doa
- Saya ingat waktu pertama mengaji Fiqh Puasa; tertakjub hati membaca bahwa salah satu pembatal puasa adalah ‘muntah DENGAN SENGAJA’. #Doa
- Saya bergumam-tanya, “Alangkah sia-sia & kurang kerjaan dia yang muntah dengan sengaja! Mana ada?” Menginjak SD, saya baru faham… #Doa
- .kita hidup di zaman yang kepedulian soal halal-haram begitu minim. Sehingga muntah dengan sengaja adalah aneh. Padahal pernah… #Doa
- .ada suatu masa, di mana orang begitu takut sebab mendengar sabda Nabi-Nya, “Daging yang tumbuh dari makanan haram, tiada yang… #Doa
- pantas baginya kecuali api neraka!” Maka di zaman itu, memeriksa kembali apa yang terlanjur ditelan, lalu memuntahkannya jika… #Doa
- .terbukti -atau terragukan- mengandung keharaman dalam zat maupun cara perolehan; adalah perbuatan yang umum & wajar dilakukan. #Doa
- Lihatlah misalnya Ash Shiddiq Abu Bakr yang suatu hari pulang, saat sang isteri menyediakan roti beserta kuah daging di meja makan. #Doa
- Lapar & percaya telah melailaikannya dari bertanya asal-usul hidangan di meja sebagaimana kebiasaannya. Maka dinikmatinya segera. #Doa
- Sang isteri menegur & mengatakan bahwa yang bawakan hidangan itu adalah tetangga. Telisik pada pembantu menjadikannya tahu bahwa… #Doa
- seorang tukang ramal-lah asal mula hadiah itu. Sigap dia susupkan 3 jari ke pangkal lidah, & dimuntahkanlah semua yang termampu. #Doa
- Mengapa generasi lalu begitu gigih muntah dengan sengaja untuk bersihkan perutnya? Pada yang terlanjur & kita tak tahu, bukankah… #Doa
- Allah Maha Pengampun? Ya, kata Asy Syafi’i, memang diampuni. Tapi pengaruh unsur haram pada tubuh tak serta merta ikut luruh. #Doa
- Ia masih tetap menghalangi pancaran doa. Bahkan anggota tubuh yang tumbuh dari barang haram, mudah berresonansi dengan frekuensi… #Doa
- .kemaksiatan. Mata yang disuplai gizi nan haram, tertagih menikmati pandangan haram. Juga telinga, suka mendengarkan ketakbaikan. #Doa
- Lidah yang tumbuh dari rizqi terdosa, lebih ringan memfitnah, mencela, bergunjing, & berdusta. Tangan jadi lebih tega menzhalimi.#Doa
- Dan kakipun jadi sulit dikendalikan dari langkahnya ke tempat kemaksiatan. Semoga Allah jaga kita semua dari segala yang demikian. #Doa
- Shalih(in+at), mari bermesra padaNya dengan #doa. Dan untuk hantarkan ia berjawab di sisiNya, yuk jaga halal & thayyibnya makanan kita:)
- Terimakasih berkenan menyimak ricau Salim tentang hubungan makanan & #doa ini. Moga kita semua disucikan Allah, lahir-batin, jiwa-raga:)
Benahi Diri
Tweets by : @salimafillah
- Jangan Marah! Sebab kemarahan mempertunjukkan semua kejelekan lahir & batin yang bisa disembunyikan dengan keramahan. #BenahiDiri
- Jangan Dengki! Sebab hasad itu menyengsarakan kita saat orang lain bahagia, dan mengajak ke neraka saat orang lain berduka. #BenahiDiri
- Jangan Bergunjing! Sebab gunjingan memakan pahala seperti api hanguskan kayu, menghimpun dosa seperti magnet menarik besi. #BenahiDiri
- Jangan Merendahkan! Sebab hinaan menjatuhkan yang mencela, menaikkan derajat yang dijelekkan, dan melalaikan dari perbaikan. #BenahiDiri
- Jangan Menunda! ‘Amal yang tak dikerjakan hari ini takkan tertampung oleh esok hari nan memiliki hak ibadahnya sendiri. #BenahiDiri
- Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada nan tak berdaya- ialah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta. #BenahiDiri
- Jangan Menghakimi! Sebab itu merumitkan urusan saat kita jadi terdakwa di akhirat! Sebab tugas kita menjadi penyeru & saksi! #BenahiDiri
- Jangan Mengungkit! Sebab bahkan selaksa pemberian menggunung yang diungkit, kalah nilai dari wajah cerah dan senyum manis. #BenahiDiri
- Jangan Berdusta! Sebab dusta adalah candu menyakitkan, dan parahmya, ia membuka semua pintu keburukan yang lebih besar! #BenahiDiri
- Jangan takjubi ‘amal diri! Bahkan dosa yang membawakan taubat jauh lebih baik daripada ibadah yang melahirkan kesombongan! #BenahiDiri
- Jangan Berdebat! Semua perbantahan YANG TAK LAHIRKAN AMAL melemahkan daya, menghabiskan waktu, batalkan jatah rumah surga. #BenahiDiri
- Jangan Keras Hati & Kasar Sikap! Bahkan ahli kebenaran yang tak santun menghancurkan rasa hormat insan pada kebenaran itu. #BenahiDiri
- Jangan Mempersulit! Agama adalah kemudahan untuk menjamin selamatnya insan sampai tujuan. Siapa mempersulit, pasti kalah. #BenahiDiri
- Jangan Mendendam! Sebab itu bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri, lalu berharap orang lain yang mati. Maafkanlah;) #BenahiDiri
- Jangan Putus Asa! Sebab ia kunci mati bagi segala kemungkinan baik nan berjuta. Allah itu memberi segaris sangka hambaNya. #BenahiDiri
- Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, ‘amal kita juga takkan diambil alih orang lain. #BenahiDiri
- Jangan Lari dari Masalah! Tugas kita meng-HADAP-i, lalu biarlah Allah yang meng-ATAS-i <@_pepeng> #BenahiDiri
- Jangan Kikir! Harta sampai ke surga sebab dititipkan pada nan membutuhkan. Tak pernah ada yang miskin tersebab sedekahnya. #BenahiDiri
- Jangan Serakah! Zuhudlah akan apa yang dimiliki manusia, mereka kan cintai kita. Zuhudlah pada dunia, pasti dirindu surga. #BenahiDiri
- Jangan Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan! Amalan sederhana yang dilestarikan memikat cintaNya, jadi titian lancar ke surga. #BenahiDiri
- Jangan Abai Sekecil Apapun Dosa! Tidaklah kecil jika terus dilakukan. Tiada nan kecil kalau mengkhianati Dzat Maha Besar. #BenahiDiri
- Jangan Menganggur! Tak mengerjakan apapun, baik tuk dunia maupun akhirat ialah pemandangan menyedihkan bagi langit & bumi. #BenahiDiri
- Jangan Zhalim! Setiap kezhaliman membunuh rasa tenteram di hati pelakunya, membuat manusia benci, & menjauhkan dari surga. #BenahiDiri
- Jangan Bosan Berdoa! Allah Maha Tahu, maka berdoa bukan cara memberi tahuNya apa nan kita butuhkan. Doa itu bercakap mesra. #BenahiDiri
- Jangan Khianati Nurani! Tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi tersunyi, tapi dibersamai senyum Ilahi. #BenahiDiri
- Jangan Takut Gagal! Jalan kegagalan dan keberhasilan itu sama. Hanya terkadang, alamat kesuksesan agak lebih ujung. #BenahiDiri
- Jangan Sembarang Makan! Setiap yang haram & tak suci merusak tubuh, menumbuhkan umpan neraka, menghalangi sampainya doa. #BenahiDiri
- Jangan bangga & lena atas pujian. Hanya sedikit pelajaran darinya. Mengharapkannya adalah tanda kurangnya kebaikan kita. #BenahiDiri
- Jangan takut & lemah oleh celaan. Banyak pelajaran darinya. Mengkhawatirkannya ialah tanda terlalu banyak keburukan di jiwa. #BenahiDiri
- Jangan terlibat dalam hal nan tak bermanfaat bagi diri & sesama, atau tak bermakna bagi jiwa. Itu tanda kebaikan Islam kita. #BenahiDiri
Bahagianya Merayakan Cinta
Tweets by : @salimafillah
- Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan.. #BMC
- Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belai lembut saat dada kita sesak oleh masalah.. #BMC
- Barakah itu mengubah tudingan “Ini salahmu!”, menjadi bisik lembut kala terpeluk, “Maafkan aku ya Cinta..” #BMC
- Barakah itu mengganti diksi, dari “Kok bisa-bisanya sih kamu?!” menuju, “Aku mengerti Sayang, sabar ya..” #BMC
- Barakah itu melafazhkan “Kamu ke mana aja sih?!” agar terdengar sebagai “Aku di sini, menantimu dalam rindu yang menyesak!” #BMC
- Barakah itu membahasakan “Aku tuh pengennya kamu …!” agar berbunyi “Cinta, makasih ya, kau membuatku …” #BMC
- Kapanpun, barakah membawakan kebahagiaan; sebuah letup gembira di hati, rasa lapang di dada, jernih dalam akal, nikmat dalam jasad. #BMC
- Barakah itu membawakan keceriaan musim semi, apapun jua masalah yang sedang menyengat, membadai, menggigilkan rumahtangga kita. #BMC
Muhammad Sebagai Seorang Suami
dakwatuna.com – Di antara tanda kasih sayang Allah swt terhadap manusia adalah diutusnya Rasul ditengah-tengah mereka. Inilah nikmat paling besar yang Allah swt karuniakan kepada manusia. Agar para Rasul menjadi penerang bagi orang-orang yang salah jalan. Menjadi penunjuk bagi orang-orang yang tersesat.
Hal paling utama dan berharga yang dipersembahkan para Rasul kepada manusia setelah penunjukan jalan hidayah Allah swt. adalah mereka, para Rasul sebagai contoh teladan bagi yang meniti jalan menuju Allah swt, agar orang beriman mengambil apa yang mereka contohkan dalam segenap urusan dan bidang, fiddunya wal akhirah.
Allah swt berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad saw.:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Berkata Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini: “Inilah ayat mendasar yang berisikan anjuran menjadikan Rasulullah saw sebagai suri teladan, dalam ucapan, perbuatan dan keadannya.”
Dan bukti kemurahan Allah swt terhadap umat Islam ini adalah, bahwa sirah atau perjalanan hidup Nabi saw. baik berupa ucapan, perbuatan dan keadaannya direkam dan dijaga oleh para tokoh –ahli hadits- yang mukhlis. Dan mereka menyampaikan apa yang datang dari Rasul kepada orang lain dengan sangat amanah.
Contoh sederhana adalah tentang petunjuk Nabi bagaimana beliau makan, cara minum, berpakaian, berhias, bagaimana beliau tidur dan ketika terjaga, ketika beliau mukim atau sedang safar, ketika beliau tertawa atau menangis, dalam kesungguhan atau canda, dalam suasana ibadah atau hubungan sosial, perihal urusan agama atau dunia, ketika kondisi damai atau saat perang, dalam berinteraksi dengan kerabat atau orang yang jauh, menghadapi teman atau lawan, sampai pada sisi-sisi yang menurut orang bilang “intim” dalam hubungan suami-istri. Semuanya terekam, tercatat dan diriwayatkan dengan sahih dalam sirah perjalanan hidup beliau saw.
Dalam tulisan sederhana ini kami paparkan petunjuk Nabi saw. tentang bagaimana beliau berinteraksi dengan istri-istrinya. Bagaimana beliau bermu’amalah dan menjaga mereka. serta bagaimana beliau melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak mereka.
Muhammad Bersikap Adil
Nabi Muhammad saw. sangat memperhatikan perilaku adil terhadap istri-istrinya dalam segala hal, termasuk sesuatu yang remeh dan sepele. Beliau adil terhadap istri-istrinya dalam pemberian tempat tinggal, nafkah, pembagian bermalam, dan jadwal berkunjung. Beliau ketika bertandang ke salah satu rumah istrinya, setelah itu beliau berkunjung ke rumah istri-istri beliau yang lain.
Soal cinta, beliau lebih mencintai Aisyah dibanding istri-istri beliau yang lain, namun beliau tidak pernah membedakan Aisyah dengan yang lain selamanya. Meskipun di sisi lain, beliau beristighfar kepada Allah swt karena tidak bisa berlaku adil di dalam membagi cinta atau perasaan hati kepada istri-istrinya, karena persoalan yang satu ini adalah hak preogratif Allah swt. saja. Rasulullah saw. bersabda:
(اللهم إن هذا قسمي فيما أملك، فلا تلمني فيما لا أملك)
“Ya Allah, inilah pembagianku yang saya bisa. Maka jangan cela aku atas apa yang aku tidak kuasa.”
Ketika beliau dalam kondisi sakit yang menyebabkan maut menjemput, beliau meminta kepada istrinya yang lain agar diperkenankan berada di rumah Aisyah. Bahkan ketika beliau mengadakan perjalanan atau peperangan, beliau mengundi di antara istri-istrinya. Siapa yang kebagian undian, dialah yang menyertai Rasulullah saw.
Muhammad Bermusyawarah Dengan Para Istrinya
Rasulullah saw mengajak istri-istrinya bermusyawarah dalam banyak urusan. Beliau sangat menghargai pendapat-pendapat mereka. Padahal wanita pada masa jahiliyah, sebelum datangnya Islam diperlakukan seperti barang dagangan semata, dijual dan dibeli, tidak dianggap pendapatnya, meskipun itu berkaitan dengan urusan yang langsung dan khusus dengannya.
Islam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan laki-laki, kecuali hak qawamah atau kepemimpinan keluarga, berada ditangan laki-laki. Allah swt berfirman:
Islam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan laki-laki, kecuali hak qawamah atau kepemimpinan keluarga, berada ditangan laki-laki. Allah swt berfirman:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Al Baqarah:228.
Adalah pendapat dari Ummu Salamah ra pada peristiwa Hudaibiyah, membawa berkah dan keselamatan bagi umat Islam. Ummu Salamah memberi masukan kepada Nabi agar keluar menemui para sahabat tanpa berbicara dengan siapa pun, langsung menyembelih hadyu atau seekor domba dan mencukur rambutnya. Ketika beliau melaksanakan hal itu, para sahabat dengan serta-merta menjalankan perintah Nabi saw, padahal sebelumnya mereka tidak mau melaksanakan perintah Rasul, karena mereka merasa pada pihak yang kalah pada peristiwa itu. Mereka melihat bahwa syarat yang diajukan kaum kafir Quraisy tidak menguntungkan kaum muslimin.
Muhammad Lapang Dada dan Penyayang
Istri-istri Rasulullah saw memberi masukan tentang suatu hal kepada Nabi, beliau menerima dan memberlakukan mereka dengan lembut. Beliau tidak pernah memukul salah seorang dari mereka sekali pun. Belum pernah terjadi demikian sebelum datangnya Islam. Perempuan sebelum Islam tidak punya hak bertanya, mendiskusikan dan memberi masukan apalagi menuntut.
Umar ra berkata:
Umar ra berkata:
“Saya marah terhadap istriku, ketika ia membantah pendapatku, saya tidak terima dia meluruskanku. Maka ia berkata; “Mengapa kamu tidak mau menerima pendapatku, demi Allah, bahwa istri-istri Rasulullah memberi pendapatnya kepada beliau, bahkan salah satu dari mereka ngambek dan tidak menyapanya sehari-semalam. Umar berkata; “Saya langsung bergegas menuju rumah Hafshah dan bertanya: “Apakah kamu memberi masukan kepada Rasulullah saw? ia menjawab: Ya. Umar bertanya lagi, “Apakah salah seorang di antara kalian ada yang ngambek dan tidak menegur Rasul selama sehari-semalam? Ia menjawab: Ya. Umar berkata: “Sungguh akan rugi orang yang melakukan demikian di antara kalian.”
Cara Nabi Meluruskan Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah menggap sepele kesalahan yang diperbuat oleh salah satu dari istri. Beliau pasti meluruskan dengan cara yang baik. Diriwayatkan dari Aisyah:
تقول عائشة رضي الله عنها: ما رأيت صانعة طعام مثل صفية صنعت لرسول الله طعاما وهو في بيتي، فارتعدت من شدة الغيرة فكسرت الإناء ثم ندمت فقلت: يا رسول الله ما كفارة ما صنعت؟ قال: إناء مثل إناء، وطعام مثل طعام.
“Saya tidak pernah melihat orang yang lebih baik di dalam membuatkan masakan, selain Shafiyah. Ia membuatkan hidangan untuk Rasulullah saw di rumahku. Seketika saya cemburu dan membanting piring beserta isinya.” Saya menyesal, seraya berkata kepada Rasulullah saw. “Apa kafarat atas perilaku yang saya lakukan?” Rasulullah saw menjawab: “Piring diganti piring, dan makanan diganti makanan.”
Rasulullah saw. menjadi pendengar yang baik. Beliau memberi kesempatan kepada istri-istrinya kebebasan untuk berbicara. Namun beliau tidak toleransi terhadap kesalahan sekecil apa pun. Aisyah berkata kepada Nabi setelah wafatnya Khadijah ra.:
“Kenapa kamu selalu mengenang seorang janda tua, padahal Allah telah memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” Maka Rasulullah saw marah, seraya berkata: “Sunggguh, demi Allah, Allah tidak memberi ganti kepadaku yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku ketika manusia mengingkariku. Ia menolongku ketika manusia memusuhiku. Saya dikaruniai anak darinya, yang tidak Allah berikan lewat selainnya.”
“Kenapa kamu selalu mengenang seorang janda tua, padahal Allah telah memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” Maka Rasulullah saw marah, seraya berkata: “Sunggguh, demi Allah, Allah tidak memberi ganti kepadaku yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku ketika manusia mengingkariku. Ia menolongku ketika manusia memusuhiku. Saya dikaruniai anak darinya, yang tidak Allah berikan lewat selainnya.”
Muhammad Pelayan Bagi Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan khidmah atau pelayanan ketika di dalam rumah. Beliau selalu bermurah hati menolong istri-istrinya jika kondisi menuntut itu. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (خدمتك زوجتك صدقة)
“Pelayanan Anda untuk istri Anda adalah sedekah.”
Adalah Rasulullah saw mencuci pakaian, membersihkan sendal dan pekerjaan lainnya yang dibutuhkan oleh anggota keluarganya.
Muhammad Berhias Untuk Istrinya
Rasulullah saw mengetahu betul kebutuhan sorang wanita untuk berdandan di depan laki-lakinya, begitu juga laki-laki berdandan untuk istrinya. Adalah Rasulullah saw paling tampan, paling rapi di antara manusia lainnya. Beliau menyuruh sahabat-sahabatnya agar berhias untuk istri-istri mereka dan menjaga kebersihan dan kerapihan. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (اغسلوا ثيابكم وخذوا من شعوركم واستاكوا وتزينوا وتنظفوا فإن بني إسرائيل لم يكونوا يفعلون ذلك فزنت نساؤهم).
“Cucilah baju kalian. Sisirlah rambut kalian. Rapilah, berhiaslah, bersihkanlah diri kalian. Karena Bani Isra’il tidak melaksanakan hal demikian, sehingga wanita-wanita mereka berzina.”
Muhammad dan Canda-Ria
Rasulullah saw tidak tidak lupa bermain, bercanda-ria dengan istri-istri beliau, meskipun tanggungjawab dan beban berat di pundaknya. Karena rehat, canda akan menyegarkan suasan hati, menggemberakan jiwa, memperbaharui semangat dan mengembalikan fitalitas fisik.
فعن عائشة – رضي الله عنها- أنها قالت خرجنا مع رسول الله (صلى الله عليه وسلم) في سفر فنزلنا منزل فقال لها : تعالي حتى أُسابقك قالت: فسابقته فسبقته، وخرجت معه بعد ذلك في سفر آخر فنزلنا منزلا فقال: تعالي حتى أسابقك قالت: فسبقني، فضرب بين كتفي وقال : هذه بتلك).
Dari Aisyah ra berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah saw dalam suatu safar. Kami turun di suatu tempat. Beliau memanggil saya dan berkata: “Ayo adu lari” Aisyah berkata: Kami berdua adu lari dan saya pemenangnya. Pada kesempatan safar yang lain, Rasulullah saw mengajak lomba lari. Aisyah berkata: “Pada kali ini beliau mengalahkanku. Maka Rasulullah saw bersabda: “Kemenangan ini untuk membalas kekalahan sebelumnya.” Allahu A’lam
Langganan:
Komentar (Atom)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.




