- Adalah sebuah kisah dalam Azwaajul Khulafaa’ karya Raji Kinas yang mula-mula membuat saya bersemangat mengumpulkan pustaka tentang #Cina.
- Ceritanya tentang Abu Ja’far Al Manshur, sang pembangun Baghdad. Inilah Raja dalam Islam yang amat drastis sukarnya ditemui rakyat. #Cina
- Tentu itu terkait dengan bagaimana ‘Abbasiyah menegakkan kekuasaan lewat pertumpahan darah, tata-kota Baghdad, & pribadi Sang Raja. #Cina
- Yang pertama telah banyak diulas Tarikh tepercaya. Yang kedua; tersebut dalam Tarikh, tinggi benteng terluar Baghdad mencapai 40 m. #Cina
- Benteng Baghdad melingkar berjejari 20 mil. Lebar bagian atas bisa dilewati 3 kereta perang berjajar. Di dalamnya ada 3 lapis lagi. #Cina
- Baghdad di zaman Abu Ja’far ini kota terbesar di dunia berpenduduk +/- 3 juta jiwa. Terbesar ke-2? Chang-an, ibukota Dinasti Tang, #Cina.
- Tentang pribadi Abu Ja’far Al Manshur sendiri, mari kita cukupkan ringkasan kisah yang dibawakan Imam Malik RhmhuLlah berikut ini. #Cina
- “Pada suatu musim haji, aku dipanggil paksa menghadap Al Manshur”, ujar beliau, “Bersama Abu Hanifah & Ibn Thawus Al Yamani.” #Cina
- “Al Manshur menyuruh kami bicara satu per satu”, lanjut Malik. Dalam kisah itu beliau sebutkan kalimat masing-masing nan panjang. #Cina
- Intinya; beliau & Abu Hanifah bicara secara umum & datar-datar sebab rasa takut akan kebengisan Al Manshur. Tapi Ibn Thawus beda. #Cina
- Nyaris memerinci kejahatan & kezhaliman Al Manshur, Ibn Thawus memberikan nasehat & peringatan yang amat gamblang & keras padanya. #Cina
- Nah, perhatikan ungkapan Imam Malik ini; “Saat Ibn Thawus bicara, aku & Abu Hanifah bergeser sambil merapat-rapikan pakaian kami.” #Cina
- Mengapa? “Karena”, ujar Imam Malik, “KAMI KHAWATIR KECIPRATAN DARAHNYA!” Nah, ini gambaran tentang watak Al Manshur yang dahsyat. #Cina
- Kata Malik, “Tapi Allah menjaga Ibn Thawus, justru Al Manshur gemetar oleh nasehatnya. Aku jadi semakin hormat pada Ibnu Thawus.” #Cina
- Nah, kisah yang saya maksud dalam Azwaajul Khulafaa’ adalah tentang seorang Arab Badui pengembara yang dihadapkan pada Al Manshur. #Cina
- Lelaki ini diminta Al Manshur untuk mengisahkan perjalanannya ke berbagai negeri, demi menyimpulkan “Tiada yang semegah Baghdad.” #Cina
- Lelaki ini -seperti umumnya Badui yang polos- blak-blakan bahwa Baghdad memang megah, tapi angker, & rajanya sulit ditemui rakyat. #Cina
- Sementara dia cerita tentang ibukota #Cina, mungkin maksudnya Chang-an; kotanya tertata rapi & Kaisarnya sudah tua, namun bijaksana.
- Si Badui dengan semangat bercerita bahwa ketika makin tua, Kaisar mulai kehilangan daya dengarnya. Dia mulai tuli. Dia bersedih. #Cina
- Para menteri & penasehat menghibur. “Apapun yang terjadi, Yang Mulia tetap Kaisar kami nan bijak, mohon Baginda jangan bersedih.” #Cina
- “Aku sedih bukan ratapi diriku”, ujar Kaisar, “Aku penuh sesal sebab kini tak lagi bisa dengarkan secara langsung keluhan rakyat!” #Cina
- Sejak itu, Sang Kaisar yang rajin bertandu mengelilingi negeri ini memutuskan untuk tak memegang pemerintahan secara langsung. #Cina
- Dia mengangkat menteri kepala (Chen Xiang) yang diberi keleluasaan menjalankan pemerintahan namun berada di bawah pengawasannya. #Cina
- Menteri Kepala dipilih secara meritokratis melalui ujian yang diselenggarakan bertingkat; dari distrik, provinsi, hingga nasional. #Cina
- Demikianpun berjenjang ke bawah; para menteri, para gubernur, bupati, & hakim wilayah diangkat berdasar peringkat dalam ujiannya. #Cina
- Lalu apa yang dikerjakan sang Kaisar? Dia makin rajin mengelilingi negeri untuk mendengarkan keluhan rakyat & menyemangati mereka. #Cina
- Sebab pendengarannya lemah, Kaisar menitahkan agar tiap yang ingin mengadu mengenakan pakaian merah & menyiapkan aduan tertulis. #Cina
- Atas titahnya, tim khusus kekaisaran akan menindaklanjuti tiap aduan sesuai tingkat pengambil kebijakan; dari desa hingga pusat. #Cina
- Apa yang dilakukan sang Kaisar ini menginspirasi rakyat, membuat pemerintahan tertata, & membawa kejayaan bagi Dinasti Tang. #Cina
- Nah, simpul si Badui pada Al Manshur, Amirul Mukminin tentu lebih berhak melakukan semua hal indah itu daripada sang Kaisar #Cina itu.
Rabu, 02 November 2011
0
CINA
Tweets by : @salimafillah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Please put your comment
Rabu, 02 November 2011
CINA
Tweets by : @salimafillah
- Adalah sebuah kisah dalam Azwaajul Khulafaa’ karya Raji Kinas yang mula-mula membuat saya bersemangat mengumpulkan pustaka tentang #Cina.
- Ceritanya tentang Abu Ja’far Al Manshur, sang pembangun Baghdad. Inilah Raja dalam Islam yang amat drastis sukarnya ditemui rakyat. #Cina
- Tentu itu terkait dengan bagaimana ‘Abbasiyah menegakkan kekuasaan lewat pertumpahan darah, tata-kota Baghdad, & pribadi Sang Raja. #Cina
- Yang pertama telah banyak diulas Tarikh tepercaya. Yang kedua; tersebut dalam Tarikh, tinggi benteng terluar Baghdad mencapai 40 m. #Cina
- Benteng Baghdad melingkar berjejari 20 mil. Lebar bagian atas bisa dilewati 3 kereta perang berjajar. Di dalamnya ada 3 lapis lagi. #Cina
- Baghdad di zaman Abu Ja’far ini kota terbesar di dunia berpenduduk +/- 3 juta jiwa. Terbesar ke-2? Chang-an, ibukota Dinasti Tang, #Cina.
- Tentang pribadi Abu Ja’far Al Manshur sendiri, mari kita cukupkan ringkasan kisah yang dibawakan Imam Malik RhmhuLlah berikut ini. #Cina
- “Pada suatu musim haji, aku dipanggil paksa menghadap Al Manshur”, ujar beliau, “Bersama Abu Hanifah & Ibn Thawus Al Yamani.” #Cina
- “Al Manshur menyuruh kami bicara satu per satu”, lanjut Malik. Dalam kisah itu beliau sebutkan kalimat masing-masing nan panjang. #Cina
- Intinya; beliau & Abu Hanifah bicara secara umum & datar-datar sebab rasa takut akan kebengisan Al Manshur. Tapi Ibn Thawus beda. #Cina
- Nyaris memerinci kejahatan & kezhaliman Al Manshur, Ibn Thawus memberikan nasehat & peringatan yang amat gamblang & keras padanya. #Cina
- Nah, perhatikan ungkapan Imam Malik ini; “Saat Ibn Thawus bicara, aku & Abu Hanifah bergeser sambil merapat-rapikan pakaian kami.” #Cina
- Mengapa? “Karena”, ujar Imam Malik, “KAMI KHAWATIR KECIPRATAN DARAHNYA!” Nah, ini gambaran tentang watak Al Manshur yang dahsyat. #Cina
- Kata Malik, “Tapi Allah menjaga Ibn Thawus, justru Al Manshur gemetar oleh nasehatnya. Aku jadi semakin hormat pada Ibnu Thawus.” #Cina
- Nah, kisah yang saya maksud dalam Azwaajul Khulafaa’ adalah tentang seorang Arab Badui pengembara yang dihadapkan pada Al Manshur. #Cina
- Lelaki ini diminta Al Manshur untuk mengisahkan perjalanannya ke berbagai negeri, demi menyimpulkan “Tiada yang semegah Baghdad.” #Cina
- Lelaki ini -seperti umumnya Badui yang polos- blak-blakan bahwa Baghdad memang megah, tapi angker, & rajanya sulit ditemui rakyat. #Cina
- Sementara dia cerita tentang ibukota #Cina, mungkin maksudnya Chang-an; kotanya tertata rapi & Kaisarnya sudah tua, namun bijaksana.
- Si Badui dengan semangat bercerita bahwa ketika makin tua, Kaisar mulai kehilangan daya dengarnya. Dia mulai tuli. Dia bersedih. #Cina
- Para menteri & penasehat menghibur. “Apapun yang terjadi, Yang Mulia tetap Kaisar kami nan bijak, mohon Baginda jangan bersedih.” #Cina
- “Aku sedih bukan ratapi diriku”, ujar Kaisar, “Aku penuh sesal sebab kini tak lagi bisa dengarkan secara langsung keluhan rakyat!” #Cina
- Sejak itu, Sang Kaisar yang rajin bertandu mengelilingi negeri ini memutuskan untuk tak memegang pemerintahan secara langsung. #Cina
- Dia mengangkat menteri kepala (Chen Xiang) yang diberi keleluasaan menjalankan pemerintahan namun berada di bawah pengawasannya. #Cina
- Menteri Kepala dipilih secara meritokratis melalui ujian yang diselenggarakan bertingkat; dari distrik, provinsi, hingga nasional. #Cina
- Demikianpun berjenjang ke bawah; para menteri, para gubernur, bupati, & hakim wilayah diangkat berdasar peringkat dalam ujiannya. #Cina
- Lalu apa yang dikerjakan sang Kaisar? Dia makin rajin mengelilingi negeri untuk mendengarkan keluhan rakyat & menyemangati mereka. #Cina
- Sebab pendengarannya lemah, Kaisar menitahkan agar tiap yang ingin mengadu mengenakan pakaian merah & menyiapkan aduan tertulis. #Cina
- Atas titahnya, tim khusus kekaisaran akan menindaklanjuti tiap aduan sesuai tingkat pengambil kebijakan; dari desa hingga pusat. #Cina
- Apa yang dilakukan sang Kaisar ini menginspirasi rakyat, membuat pemerintahan tertata, & membawa kejayaan bagi Dinasti Tang. #Cina
- Nah, simpul si Badui pada Al Manshur, Amirul Mukminin tentu lebih berhak melakukan semua hal indah itu daripada sang Kaisar #Cina itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.




0 komentar:
Posting Komentar