- Mari takjubi kisah para Shalihin. Pada ilmu & daya #ruhani mereka terkandung cahaya Allah. Maka bahkan ejekannya pun jadi jalan hidayah.
- Seperti kisah Ibn Hajar Al ‘Asqalani; penulis Fathul Bari yang termasyhur itu, ketika suatu hari melintas dengan kereta mewahnya.#Ruhani
- Beliau dicegat oleh seorang Yahudi penjual minyak ter. Penampilan keduanya bertolak belakang. Ibnu Hajar tampak anggun & megah. #Ruhani
- Sementara Yahudi penjual minyak ter itu dekil, compang-camping, berbau busuk, & kumal. Dicegatnya Ibnu Hajar lalu dia bertanya. #Ruhani
- “Nabimu mengatakan bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin & surganya orang kafir <HR Muslim>, benarkah demikian?”, ujarnya. #Ruhani
- “Betul, demikianlah sabda beliau SAW”, sahut Ibnu Hajar tersenyum. “Kalau begitu akulah mukmin & kamu kafir!”, hardik si Yahudi. #Ruhani
- “Oh”, sahut Ibnu Hajar sembari tersenyum lagi, “Mengapa bisa demikian hai Ahli Kitab yang malang?” Jawab si Yahudi, “Coba lihat..#Ruhani
- …aku hidup dalam susah dan nestapa sebagai penjual minyak ter, maka aku merasa terpenjara, maka aku mukmin. Sementara kamu… #Ruhani
- .hidup mewah dan megah, maka kamu seperti di surga, sehingga sesuai hadits tadi, kamu adalah orang kafir.” Ibnu Hajar menyimak. #Ruhani
- Setelah tersenyum lagi, beliau berkata, “Sudikah jika aku jelaskan padamu makna yang benar dari hadits itu duhai cucu Israil?” #Ruhani
- “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin seperti diriku, sebab segala kemewahan yang kunikmati sekarang, tak ada apa-apanya… #Ruhani
- ..dibandingkan apa yang Allah sediakan untuk kami di surga. Dalam kemewahan ini, kami menanti nikmat yang jauh lebih berlipat.” #Ruhani
- “Maka hakikatnya, dunia ini penjara buat kami. Sementara kau, di dunia memang payah & menderita, tapi semua nestapamu itu… #Ruhani
- .tiada artinya dibanding apa yang Allah sediakan bagimu kelak di neraka. Duniamu yang menyiksa itu, sungguh adalah surga… #Ruhani
- tempatmu masih bisa tersenyum, makan, & minum; menanti siksa abadi kelak di neraka sejati.” Yahudi penjual ter itu ternganga. #Ruhani
- Lalu dengan mata berkaca-kaca, dia berkata lirih, “Asyhadu anlaa Ilaaha illaLlaah, wa asyhadu anna Muhammmadan RasulaLlah..” #Ruhani
- Segera, tanpa memedulikan pakaiannya yang mungkin terkotori, Ibnu Hajar memeluk si penjual minyak ter yang kini telah berislam. #Ruhani
- “Selamat datang! Selamat datang saudaraku! Selamat atas hidayah Allah padamu, pujian hanya milikNya!” Mereka berrangkulan erat. #Ruhani
- Hari itu, si penjual minyak ter dibawa Ibnu Hajar ke rumahnya, dididik, & akhirnya menjadi salah seorang muridnya yang utama. #Ruhani
- Begitulah kekuatan ilmu & #ruhani yang tersambung ke langit suci. Orang Shalih itu mengilhami, bahkan ‘ejekan’nya, jadi jalan hidayah:)
Rabu, 02 November 2011
0
RUHANI
Tweets by : @salimafillah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Please put your comment
Rabu, 02 November 2011
RUHANI
Tweets by : @salimafillah
- Mari takjubi kisah para Shalihin. Pada ilmu & daya #ruhani mereka terkandung cahaya Allah. Maka bahkan ejekannya pun jadi jalan hidayah.
- Seperti kisah Ibn Hajar Al ‘Asqalani; penulis Fathul Bari yang termasyhur itu, ketika suatu hari melintas dengan kereta mewahnya.#Ruhani
- Beliau dicegat oleh seorang Yahudi penjual minyak ter. Penampilan keduanya bertolak belakang. Ibnu Hajar tampak anggun & megah. #Ruhani
- Sementara Yahudi penjual minyak ter itu dekil, compang-camping, berbau busuk, & kumal. Dicegatnya Ibnu Hajar lalu dia bertanya. #Ruhani
- “Nabimu mengatakan bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin & surganya orang kafir <HR Muslim>, benarkah demikian?”, ujarnya. #Ruhani
- “Betul, demikianlah sabda beliau SAW”, sahut Ibnu Hajar tersenyum. “Kalau begitu akulah mukmin & kamu kafir!”, hardik si Yahudi. #Ruhani
- “Oh”, sahut Ibnu Hajar sembari tersenyum lagi, “Mengapa bisa demikian hai Ahli Kitab yang malang?” Jawab si Yahudi, “Coba lihat..#Ruhani
- …aku hidup dalam susah dan nestapa sebagai penjual minyak ter, maka aku merasa terpenjara, maka aku mukmin. Sementara kamu… #Ruhani
- .hidup mewah dan megah, maka kamu seperti di surga, sehingga sesuai hadits tadi, kamu adalah orang kafir.” Ibnu Hajar menyimak. #Ruhani
- Setelah tersenyum lagi, beliau berkata, “Sudikah jika aku jelaskan padamu makna yang benar dari hadits itu duhai cucu Israil?” #Ruhani
- “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin seperti diriku, sebab segala kemewahan yang kunikmati sekarang, tak ada apa-apanya… #Ruhani
- ..dibandingkan apa yang Allah sediakan untuk kami di surga. Dalam kemewahan ini, kami menanti nikmat yang jauh lebih berlipat.” #Ruhani
- “Maka hakikatnya, dunia ini penjara buat kami. Sementara kau, di dunia memang payah & menderita, tapi semua nestapamu itu… #Ruhani
- .tiada artinya dibanding apa yang Allah sediakan bagimu kelak di neraka. Duniamu yang menyiksa itu, sungguh adalah surga… #Ruhani
- tempatmu masih bisa tersenyum, makan, & minum; menanti siksa abadi kelak di neraka sejati.” Yahudi penjual ter itu ternganga. #Ruhani
- Lalu dengan mata berkaca-kaca, dia berkata lirih, “Asyhadu anlaa Ilaaha illaLlaah, wa asyhadu anna Muhammmadan RasulaLlah..” #Ruhani
- Segera, tanpa memedulikan pakaiannya yang mungkin terkotori, Ibnu Hajar memeluk si penjual minyak ter yang kini telah berislam. #Ruhani
- “Selamat datang! Selamat datang saudaraku! Selamat atas hidayah Allah padamu, pujian hanya milikNya!” Mereka berrangkulan erat. #Ruhani
- Hari itu, si penjual minyak ter dibawa Ibnu Hajar ke rumahnya, dididik, & akhirnya menjadi salah seorang muridnya yang utama. #Ruhani
- Begitulah kekuatan ilmu & #ruhani yang tersambung ke langit suci. Orang Shalih itu mengilhami, bahkan ‘ejekan’nya, jadi jalan hidayah:)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.




0 komentar:
Posting Komentar